Keselamatan yang Terabaikan 

Oleh : Surya Ummu Fahri

 kontributor media online

 

Lensa Media News–Tak terasa sudah berada diujung akhir tahun pendidikan. Para pelajar berharap untuk menutup masa pendidikan dengan liburan bersama. Berbagai tujuan wisata pun tak luput jadi incaran. Namun tak semudah itu jadi kenyataan, Ferguso. Keselamatan bisa jadi taruhan.

 

Dilansir dari Antaranews, 14/05/24, menyebutkan telah terjadi kecelakaan yang terjadi di jurang jalur menuju Bromo Desa Ngadas kecamatan Poncokusumo yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia.  Kecelakaan maut lainnya,  rombongan SMK Lingga Kencana asal Depok yang terguling di Subang dengan korban 11 orang meninggal dunia ( Republika.co.id, 12/05/24). Dan masih banyak lagi fakta kecelakaan lalu lintas lain yang menghiasi beranda sosial media kita.

 

Bukan menakut-nakuti agar tidak ada wacana berwisata, hanya menyadarkan kita agar waspada dan berhati-hati dalam sistem saat ini agar tidak menjadi korban. Meskipun semua tak lepas dari kuasa Allah Sang Pencipta.

 

Kecelakaan merupakan hal yang tidak diinginkan dan tidak ada unsur kesengajaan. Namun ada unsur-unsur yang tak dapat terelakkan. Seperti yang terjadi pada Bus Trans Putera Fajar di atas, pada tanggal 11 Mei 2024 lalu. Kepala bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat Aznal mengungkapkan bahwa Bus tersebut tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala telah kadaluarsa 6 Desember 2023.

 

Sehingga beliau mengimbau kepada seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan secara rutin.

 

Unsur-unsur penyebab kecelakaan itu diantaranya: Pertama, kendaraan yang tidak layak. Kedua, mahalnya biaya transportasi. Ditengah harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi, rakyat lebih memilih transportasi yang murah agar dapur tetap bisa ngebul.

 

Ketiga, modal yang besar. Salah satu yang mengakibatkan para pengusaha tidak memenuhi seluruh persyaratan. Berbagai perawatan dan uji kelayakan juga membutuhkan dana yang mempengaruhi laba rugi.

 

Keempat, kondisi jalan. Kondisi jalan menuju wisata terkadang tidak layak. Ada yang berlubang, tambalan, bergelombang bahkan terlalu tajam, curam serta rusak parah. Kadang pengemudi memaksakan kendaraan yang tak seharusnya melintasi jalan tersebut. Kelima, kondisi pengemudi.

 

Peran Negara dalam Keselamatan

 

Negara telah membangun infrastruktur yang luar biasa hari ini. Banyak jalan tol dan pembangunan disana sini. Namun, fakta di lapangan memang tidak dapat dipungkiri. Masih banyak jalan yang tidak layak, kendaraan yang tidak layak yang masih beroperasi, transportasi yang mahal, atau pengurusan berkas yang ribet.

 

Negara memberi fasilitas transportasi dengan adanya BUMN yang bergerak di bidang transportasi serta memberikan keleluasaan pada perusahaan yang bergerak di bidang transportasi pula. Namun, prinsip modal sekecil-kecilnya dan keuntungan sebesar-besarnya ini membuat banyak orang mengesampingkan resiko ke depannya.

 

Apalagi di tengah mahalnya segala kebutuhan pokok. Tentu saja membuat para pengusaha pikir-pikir ulang. Belum lagi dengan persaingan perusahaan. Bisa-bisa menghalalkan segala cara tanpa mempertimbangkan akibatnya.

 

Meski negara memberikan fasilitas uji kelayakan dan juga izin pada perusahaan transportasi, tidak serta merta disambut dengan baik para pelaku usaha. Selain karena biaya juga efisiensi waktu dan permintaan. Dan lagi-lagi konsumen yang menjadi korban.

 

Dalam Islam keselamatan merupakan hal yang paling utama. Masih teringat kisah Khalifah Umar bin Khattab yang menemukan ada jalan yang berlubang? Dan beliau segera memerintahkan kepada amir setempat untuk memperbaiki jalan tersebut dengan segera. Bahkan beliau mengatakan, “Jika ada keledai yang tersangkut atau terjatuh di jalan ini pada masa kepemimpinanku maka bagaimana aku mempertanggungjawabkan diriku di hadapan Allah?” Sehingga kita menemukan bahwa dalam Islam negara dibangun atas dasar takwa kepada Allah.

 

Pun dengan teknologi transportasi, Islam memimpin peradaban. Bagaimana Islam bisa menaklukkan dua per tiga dunia menjelaskan bagaimana bisa sampai di Indonesia dan segala penjuru dunia. Tentu saja bukan dengan unta dan kuda saja. Tampak bahwa Islam itu trend setter dalam teknologi transportasi. Sudah pasti selalu memperbarui dengan teknologi dan kecanggihan yang mutakhir.

 

Sistem yang cepat dan pelayanan negara yang sat set karena dipilih berdasarkan kemampuan. Bekerja dengan ikhlas, profesional, menampilkan terbaik berdasarkan takwa bukan berdasar laba rugi. Seluruh elemen bergerak karena perintah dan laranganNya.

 

Meski belum ada penerapan sistem Islam di dunia ini, bukan berarti kita tak bisa kemana-kemana karena keselamatan belum ada jaminan. Tapi bagaimana kita memandang seandainya Islam yang diterapkan bukankah lebih menentramkan? Bagaimana menurut anda? Wallahu’alam bish Showab. [LM/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis