Konsep Islam terhadap Penyediaan Pangan

Konsep Islam terhadap Penyediaan Pangan

 

Oleh: Nur Illah Kiftiah Khaerani

(Guru di Bandung)

 

LenSaMediaNews.com – Badan Pangan Nasional (Bapenas) mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan Impor berasal dari Thailand sebanyak dua juta ton jika produksi dalam negeri kurang. Sekretaris Utama Bapenas Sarwo Edhy mengatakan rencana Impor besar dari Thailand ini, adalah untuk menanggulangi harga beras yang tinggi bahkan lebih tinggi lagi. “ini bisa jadi antisipasi melalui rakornas dan ratas, tentunya dengan persetujuan presiden dan Menteri. Terkait dengan harga beras yang tinggi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir sendiri, Sarwo mengatakan bahwa Bapenas menilai hal tersebut diakibatkan oleh tingginya ongkos produksi, hingga dampak El Nino 2023, yang membuat waktu tanam mundur”. Disinggung terkait adanya potensi penimbunan beras karena harga sedang tinggi, Bapenas menjelaskan tidak ada penimbunan dan diharapkan dalam waktu dekat harga beras bisa kembali normal kembali. (TEMPO.CO)

 

Kenaikan harga dan kelangkaan beras sudah menjadi permasalahan di negeri ini. Setahun terakhir harga beras terus mengalami kenaikan tinggi, kenaikan harga beras di tahun 2023 sampai 20% dibandingkan dengan harga sebelumnya. Mengingat beras adalah kebutuhan pokok Masyarakat, sehingga mahalnya beras menyusahkan setiap orang dan membuat waswas. Penghasilan keluarga akan banyak tersedot untuk belanja beras, menyebabkan pengurangan belanja kebutuhan yang lain. Bagi Masyarakat yang tidak mampu, kenaikan harga beras juga akan menjadikan mereka tidak bisa membeli beras dalam jumlah yang layak.

Salah satu penyebab kenaikan harga beras adalah rusaknya rantai distribusi beras. Saat ini dikuasai oleh sejumlah Perusahaan besar beromzet triliunan rupiah.

 

Perusahaan besar ini memonopoli gabah dari petani dengan cara membeli gabah  petani dengan harga yang lebih tinggi sehingga banyak penggilingan kecil yang gulung tikar karena tidak mendapatkan pasokan gabah. Dengan menguasai distribusi beras dari hulu hingga hilir, perusahaan besar mampu mempermainkan harga dan menahan pasokan beras. Beras ditahan di gudang-gudang sehingga harganya naik baru dikeluarkan ke pasar Ketika harga tinggi. Tingginya harga ritel beras di tingkat konsumen tidak berarti petani memperoleh untuk besar. Yang mendapatkan untung besar adalah Perusahaan besar kapitalis yang memonopoli distribusi beras dari hulu hingga hilir. Konsep invisible hand dan akumulasi modal dalam liberalisme ekonomi ala kapitalisme telah melahirkan persaingan bebas yang pada akhirnya pasti dimenangkan para pemilik modal besar.

 

Dalam hal ini Islam memiliki Solusi, bahwasanya beras sebagai kebutuhan pokok yang merupakan salah satu komoditas strategi karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu Negara wajib mengelola beras dari hulu hingga hilir, dari mulai produksi, distribusi hingga sampai ke tangan rakyat. Negara harus memastikan rantai distribusi ini sehat, yakni bebas dari penimbunan, monopoli, dan berbagai praktik bisnis lainnya yang merusak rantai distribusi.

 

Di samping itu, Islam mampu mewujudkan jaminan pengelolaan komoditas pangan, serta politik ekonominya adalah menjamin  pemenuhan kebutuhan pokok rakyat per individu, termasuk kebutuhan pangan. Negara mewujudkan jaminan ini dengan menjadikan pemenuhan kebutuhan pokok sebagai satu kewajiban negara. Pada sektor produksi, negara akan memberikan bantuan pertanian kepada rakyat yang menjadi petani, seperti lahan untuk ekstensifikasi, pupuk, benih, pestisida, alat pertanian, dll. Pada sektor distribusi, akan memastikan tidak ada hambatan terhadap rantai distribusi.

 

Kemudian, terkait mekanisme harga, di dalam Islam tidak ada pematokan harga, harga dibiarkan terbentuk secara alami sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar. Dengan demikian, negara tidak menentukan HET. Negara menurunkan harga melalui kebijakan membenahi sektor hulu dan hilir sehingga harganya terjangkau dan stabil. Negara juga melarang praktik monopoli dan menimbun beras maupun komoditas lainnya. Pelaku penimbunan akan diberi sanksi yang tegas dan menjerakan. Tidak aka nada mafia pangan, pelaku dan apparat yang terlibat akan dihukum dengan adil. Semua mekanisme ini akan menyelesaikan persoalan kenaikan harga beras, khususnya di Indonesia.

Wallahu’alam bishowwab.

 

Please follow and like us:

Tentang Penulis