Miris, Kasus Bunuh Diri di Kalangan Pelajar

 

Akun @utbkfess di twitter mengunggah kiriman pesan dari seorang anonymous (misterius) yang menceritakan bahwa ia adalah kakak yang sedang khawatir dengan adiknya yang memiliki nazar jika masuk seleksi mandiri di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia akan memberikan santunan kepada anak yatim, namun jika tidak diterima di UGM, ia akan bunuh diri. Selanjutnya, datang kabar mengejutkan, mengabarkan bahwa si adik benar-benar melaksanakan niatnya: melakukan bunuh diri akibat overdosis alkohol dan obat-obatan dari psikiater, setelah mengetahui dirinya tidak diterima di perguruan tinggi favorit.

Miris, membaca fakta di atas. Anak SMA yang masih belia bisa sampai memutuskan mengakhiri hidupnya hanya karena hal ‘sepele’ seperti tidak diterima di PTN. Padahal, jalan menuju sukses tidak melulu harus ditempuh dengan menjadi mahasiswa. Banyak contoh orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi di Universitas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 129.137 unit usaha perdagangan menengah dan besar di Indonesia pada 2020 yang mayoritasnya atau sekitar 39% dimiliki oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) (Katadata, 17 feb 2022). Sayangnya, kehidupan yang menjauhkan agama dari kehidupan seperti sekarang ini seringkali membuat anak-anak remaja menderita penyakit mental seperti depresi dan putus harapan yang bermuara pada tindakan bunuh diri.

Inilah buah pendidikan yang hanya berorientasi pada sukses secara materi. Pendidikan yang memisahkan agama dalam kehidupan. Pendidikan yang hanya mengutamakan intelektualitas tapi miskin moralitas dan minus relijiusitas. Pendidikan yang melulu menakar kesuksesan dari capaian materi semata.

Hanya dalam sistem Islam, pendidikan ditujukan untuk membangun kepribadian Islam yang berdasar pada khazanah tsaqofah Islam dan menguasai ilmu kehidupan. Pendidikan Islam akan menghasilkan mentalitas pelajar yang paham tujuan hidupnya di dunia dan di akhirat.

Gemblengan sistem pendidikan Islam menghasilkan generasi tangguh yang tidak mudah putus asa menghadapi ujian dan cobaan. Hanya sistem pendidikan Islam yang melahirkan generasi kuat, tangguh, bertakwa. Generasi seperti ini akan menghasilkan masyarakat yang beriman bertakwa, kokoh dan sejahtera di dunia, sekaligus bahagia di akhirat.

Wildayanti

[Hw, Lm]

Please follow and like us:

Tentang Penulis