Islamfobia Merajarela, Nyawa Kaum Muslim Taruhannya

Oleh: Asha Tridayana

 

Lensa Media News – Terjadi lagi tindak kriminal yang dilakukan kepada kaum Muslim, tepatnya di selatan provinsi Ontario, Kanada. Satu keluarga Muslim ditabrak dengan truk pick-up yang dikendarai oleh seorang pria. Serangan itu diduga sudah direncanakan. Akibatnya empat orang tewas dan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun menderita luka serius.

Dilansir AFP, Selasa (8/6/2021), Inspektur Detektif Paul Waight yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa pria penabrak berusia 20 tahun melarikan diri dan ditangkap di sebuah mal 7 km dari persimpangan dekat tempat kejadian. Terdapat bukti bahwa penyerangan tersebut telah direncanakan dan dimotivasi oleh kebencian. Korban menjadi sasaran karena posisinya sebagai Muslim (news.detik.com 08/06/21).

Serangan itu dikecam sebagai “tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan”, atau dikenal dengan islamofobia (istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama Islam). Disamping itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengatakan bahwa insiden itu “mengerikan” dan menggambarkan sebagai “tindakan kebencian”. Dia menyampaikan rasa simpatinya pada orang-orang yang dicintai para korban, termasuk anak laki-laki yang selamat (kabar24.bisnis.com 08/06/21).

Mengerikan. Kata yang pantas mewakili peristiwa tersebut. Serangan mendadak bagi korban, sementara pelaku telah merencanakannya. Statusnya sebagai muslim menjadikan nyawanya terenggut. Tidak lain karena Islamfobia yang semakin gencar diopinikan di tengah-tengah masyarakat. Padahal kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan masyarakat tidak beralasan bahkan dibuat-buat agar muslim semakin tersudut. Seperti yang terjadi di Kanada tersebut, hanya karena berstatus muslim tanpa disangka harus kehilangan nyawa.

Adanya islamofobia menjadi salah satu agenda Barat dalam upaya menghancurkan kaum Muslim. Hal ini dilakukan karena Barat merasa terancam jika seluruh umat Islam bersatu dan memegang kokoh syariat Islam. Barat terus berusaha menggeser hingga menghapus pemikiran dan pemahaman terkait ajaran Islam.

Bermacam syariat Islam sengaja dikaburkan bahkan dikuburkan. Sehingga tidak sedikit umat Islam sendiri yang minim akan tsaqofah Islam. Ajaran Islam disalahartikan kemudian dianggap membahayakan kehidupan. Seperti Khilafah dan jihad dipandang negatif padahal bagian dari ajaran Islam yang semestinya menjadi pemahaman bagi umat Islam. Muslim yang memegang syariat Islam dicap radikal, dikriminalisasi hingga terbunuh.

Kecaman dari pejabat negara setempat terhadap tindak teror pun tidak cukup menghentikan kekerasan terhadap muslim akibat islamofobia. Karena keberadaan islamofobia seperti telah tersistem yang akan terus diserukan hingga Islam mengalami kehancuran. Pejabat pemerintah tidak mempunyai andil dan kuasa atas gencarnya isu islamofobia. Tidak ada tanggung jawab yang semestinya dilakukan pemimpin. Apalagi mampu menjadi pelindung dan pelayan umat. Sungguh jauh dari harapan. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (kepala negara) laksana perisai, rakyat di belakangnya dan dia menjadi pelindung bagi rakyatnya” (HR Bukhari dan Muslim).

Hal ini terjadi tentu saja karena sistem kapitalisme yang menjadi dalang segala permasalahan. Sistem yang berlandaskan sekulerisme, memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga segala sesuatu dipecahkan terbatas pada kemampuan akal manusia yang diliputi hawa nafsu tanpa keterikatan dengan Allah Swt. sebagai Pencipta. Kondisi demikian jelas bertentangan dengan fitrah manusia yang semestinya tunduk pada aturan Allah swt dan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya pengatur kehidupan. Hal ini menyebabkan solusi yang diberikan tidak akan mampu menuntaskan permasalahan, justru menimbulkan masalah baru.

Sampai kapan pun islamofobia akan terus menghantui selama kapitalisme belum dicampakkan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perubahan agar kaum Muslim terjamin keamanan dan keselamatannya. Tidak lain melalui perubahan dengan menerapkan sistem Islam dalam kepemimpinan Khilafah Islamiyah. Dengan begitu segala fitnah keji yang ditujukan kepada kaum muslim dan seluruh ajaran Islam dapat dibuktikan realitanya. Bahwa dalam kepemimpinan Islam, justru segala kebaikan termasuk perlindungan akan didapatkan tidak hanya bagi kaum muslim tetapi juga non muslim. Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa membunuh seorang mu’ahid (kafir yang mendapatkan jaminan keamanan) tanpa alasan yang haq, maka ia tidak akan mencium wangi surga, bahkan dari jarak empat puluh tahun perjalanan sekali pun” (HR Ahmad).

Maka jelas ketika aturan Islam diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan akan mampu menghentikan kekerasan dan mengangkat kehormatan Islam di tengah bangsa di dunia. Segala praktik kekerasan hingga pembunuhan akan mendapatkan hukuman sesuai syariat Islam. Keselamatan kaum muslim dan non muslim pun terjamin tanpa perlu diliputi ketakutan dan kekhawatiran. Kondisi ini pun menghantarkan kaum muslim menjadi umat terbaik sepanjang masa dalam naungan sistem Islam. Wallahu’alam bishowab. [LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis