Menggugat Peran Pers di Era Digital

Oleh: Sri Purwanti, Amd.KL
(Pegiat Literasi, Penulis Bela Islam)

 

1stEvenLensaMedia – Media massa atau pers adalah jenis media yang secara khusus di desain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas (Wikipedia). Istilah ini mulai di kenalkan pada tahun 1920-an. Media massa/ pers memiliki peranan penting di tengah masyarakat, karena bisa menyebarkan berita dengan cepat dan memiliki jangkauan yang luas. Dengan adanya media massa, semua orang bisa mengetahui berbagai peristiwa penting yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Media massa juga bisa merubah gaya hidup bahkan perilaku masyarakat dengan mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap ide yang baru.

Era 4,0 perlahan-lahan mampu mengeser peran media cetak beralih menjadi media digital, karena penyebarannya lebih cepat dan lebih banyak menjangkau pembaca bahkan menghancurkan batas geografis. Pers memiliki peranan penting sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, bahkan berfungsi sebagai lembaga ekonomi.

Mirisnya media massa saat ini di dominasi oleh media yang beraroma sekuler. Wacana yang diangkat tidak jauh dari liberalisasi agama, kampanye anti syariat Islam, pengaburan sejarah umat Islam bahkan sampai kampanye untuk mendukung para peniru kaum Nabi Luth (baca elgebete).

Dasyatnya pengaruh wacana tersebut akibat dari hubungan yang harmonis antara media, pengusaha, akademisi maupun penguasa. Dalam mengangkat sebuah wacana sebuah media akan memperkuatnya dengan pendapat ahli maupun akademisi yang sepemikiran dengan media tersebut, sehingga wacana yang diangkat nampak lebih berbobot.

Framing media sekuler pun sering kali menggiring pembaca pada gambaran tentang kelompok atau ikon tertentu dengan tujuan khalayak akan memiliki pandangan yang sama terhadap wacana yang diangkat, bahkan tidak jarang hoax bermetamorfosa menjadi sebuah kebenaran dan kebenaran di poles menjadi hoax.

Media massa merupakan salah satu corong untuk membentuk opini di tengah masyarakat, bahkan bisa menjadi kekuatan untuk menyebarkan sebuah ide. Sehingga sangat mustail sebuah media massa berdiri sebagai pihak yang netral, sehingga kita perlu media pembanding untuk mengcounter framing dari media massa sekuler tersebut.

Bagi umat Islam ini adalah momen untuk mendirikan berbagai portal berita Islam. Media massa Islam memiliki ciri khas tersendiri dan bisa di jadikan sarana untuk menangkal pengaruh negative yang semakin marak, mencerdaskan umat dengan menyebarkan ide Islam kaffah. Salah satu contohnya adalah Lensa Media News.

Menurut saya Lensa Media News adalah salah satu media yang saat ini bisa dijadikan pilihan untuk membuka wawasan umat tentang semua persoalan yang menimpa umat Islam serta solusi yang harus diambil. Sesuai dengan visi dan misinya untuk mencerahkan pemahaman umat dengan Islam paripurna sebagai obat. Menjadi rujukan informasi yang mencerdaskan, mejadi wadah aspirasi yang akan mempengaruhi perasaan, dan menjadi media terdepan dalam menyampaikan kebenaran di tengah-tengah masyarakat.

Artikel yang di terima dan di muat di Lensa Media News harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan, mulai dari struktur tata bahasa (PUEBI) jumlah karakter, topik yang di angkat serta kesesuaian dengan visi misi Lensa Media News.

Pengalaman saya beberapa kali mengirim artikel tidak selalu di muat, ada yang di tolak, ada yang di minta merevisi meskipun ada juga yang di muat, sebelum akhirnya menjadi kontributor tetap untuk rubrik parenting.

Harapan saya kedepan, Lensa Media News bisa menjadi salah satu mercusuar media, yang mampu membawa perubahan ke tengah-tengah umat dan konsisten berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam, semakin eksis dan mampu bertahan di tengah gempuran ide sekuler.

 

[LM] 

Please follow and like us: