Pentingnya Peran Pers Ideologis demi Laju Dakwah

Oleh : Lilik Yani

 

1stEvenLensaMedia – Berdakwah adalah kewajiban setiap muslim. Karena wajib maka jika tidak melakukan akan dikenai sanksi berupa dosa. Dakwah bisa dilakukan secara lesan dengan cara bertemu obyek dakwah. Dakwah juga bisa lewat tulisan dinamakan dakwah bil qolam.

Ketika kesulitan menemui obyek dakwah, baik karena kesibukan mereka atau memang menghindar tidak mau ditemui. Apalagi kondisi sekarang yang harus stay at home, melakukan segala kegiatan dari rumah. Maka dakwah bil qolam jadi pilihan yang tepat. Hingga semua para pejuang dakwah berlomba-lomba membuat tulisan terbaik.

Dalam hal ini bukan dilombakan dan dinilai juri. Tapi lebih kepada bagaimana bisa membuat tulisan yang mudah dipahami pembaca atau obyek dakwah. Karena hakekat dakwah adalah menyampaikan opini, apa saja informasi yang benar tentang Islam yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk itulah, aku sebagai bagian pengemban dakwah ideologis yang ingin menolong agama Allah dengan menyampaikan indahnya ajaran Islam, sesuai syariat Islam yang diemban oleh Rasulullah saw.

Aku berkewajiban menulis yang benar tentang Islam, bukan sekedar menulis indah atau menulis benar secara tehnik. Karena setiap kata yang kita sampaikan akan dipertanggungjawabkan. Walau hanya lewat tulisan, tidak bisa dianggap remeh atau tanpa bekas yang bisa dihisab.

Maka dari itu ketika kita menulis, diperlukan kosentrasi dan kehati-hatian, agar tulisan tidak menimbulkan kontroversi atau debat kusir. Melainkan tulisan yang bisa dimengerti pembaca, lalu dipahami maksudnya, dan bisa menjadi wasilah bagi para pembaca untuk tergerak mengamalkan apa yang kita sampaikan.

Masalahnya sebagus apapun tulisan, tidak akan menjadi faktor penggerak perubahan jika hanya tersimpan di file laptop. Disinilah peran media atau pers yang akan menjembatani tulisan dari para penulis ideologis tersebut. Apalagi sekarang adalah era digital, dimana semua bisa dilakukan dengan cepat dan langsung sampai ke sasaran obyek dakwah.

Tulisan kita tak perlu dikirim lewat pos seperti zaman kita dulu. Selain lama dalam perjalanan, juga keburu ekspired dan tidak up to date lagi informasinya.

Namun, sekarang tak perlu khawatir. Era digital memudahkan segalanya. Mencari berita di ujung dunia mana saja bisa dengan mudah didapatkan. Informasi tentang apa saja selalu up date setiap saat. Termasuk tulisan yang sudah kita buat dengan optimal, tinggal dikirim dalam hitungan detik, informasi yang kita tuliskan bisa dinikmati pembaca di mana saja berada.

Begitu mudahnya hidup di era digitalisasi. Semua serba mudah dan berjalan cepat. Untuk itulah kita hanya menyampaikan berita yang benar, agar hanya kebenaran yang ditangkap dan dipahami pembaca. Kemudian diamalkan oleh masing-masing pembaca, hingga menjadi jariyah amal bagi penulis dan yang membantu menyebarkan tulisan kita.

Awal era digitalisasi, masih jarang website yang bisa kita titipi tulisan untuk ditayangkan. Jadi pilihannya sangat terbatas. Itu lagi, itu lagi, media online yang menayangkan tulisan kita. Sementara sekarang, begitu banyak website yang bisa kita jadikan pilihan untuk menayangkan tulisan kita agar sampai ke tangan pembaca.

Karena saking banyaknya website, kita harus pandai-pandai menyesuaikan topik tulisan kita dengan apa yang diharapkan oleh redaktur media tersebut. Banyaknya website sekarang ini diimbangi oleh banyaknya juga para pejuang literasi yang setiap saat berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan.

Ada kriteria masing-masing dari setiap media online yang ada. Ada yang asal saja, selama yang dituliskan tentang Islam maka akan langsung ditayangkan oleh media tersebut. Tanpa ada editor yang mengoreksi tulisan para penulis sebelum ditayangkan.

Media seperti itu bisa dipakai sebagai motivasi buat penulis baru agar ada peningkatan rasa percaya diri. Dan akan semangat menulis lagi. Tayang lagi, menulis lagi, seterusnya menulis sekaligus upgrade diri.

Setelah meningkat rasa percaya diri, kemudian kucoba media yang lebih menantang. Perlu waktu untuk bisa tayang, karena harus dikoreksi dulu oleh para editor. Dengan harapan agar tulisan menjadi lebih baik, enak dibaca, mudah dimengerti maksud dan tujuan tulisan, kemudian melaksanakan apa yang dituliskan. Di sini perlu waktu dua hingga tiga hari aku menunggu dalam ketidakpastian.

Resah juga karena lewat dua hari terkadang tidak memberi kepastian, tayang atau tidaknya. Karena kurang sabar menunggu lalu kucabut tulisan dan dikirimkan media lain. Begitu seterusnya.

Kemudian ada website baru, sekitar satu tahun lahir. Nama dan alamat link nya, lensamedia@gmail.com. Media online yang mengajak para pejuang literasi agar berjuang bersama menyampaikan keindhan dan kebenaran tentang Islam. Berdakwah melalui media ideologis agar umat mendapat pemahaman yang benar tentang Islam ideologis.

Di media ini perlu pengecekan tulisan cukup ketat, karena ada editor berlapis-lapis untuk memutuskn tayang atau tidaknya suatu tulisan. Sehingga tulisan yang tayang adalah tulisan yang benar-benar sudah melalui proses penyaringan yang ketat.

Bagusnya media ini akan memberikan kabar jika tulisan belum layak tayang. Dengan harapan bisa diperbaiki lagi atau boleh dikirimkan ke media lain. Karena masing-masing tulisan ada jodohnya sendiri-sendiri.

Alhamdulillah, aku pernah mengalami hal itu. Saat tulisan belum layak tayang, aku coba perbaiki sedikit dan dikirimkan media lain, kemudian bisa tayang. Semua media ada kriteria, tapi tidak boleh menyerah jika tidak tayang karena tema tulisan mungkin sudah banyak yang menulis. Jadi redaktur mencari tema tulisan baru yang berbeda.

Demikian cerita singkatku tentang kesan bagusnya website lensa media ini. Memberitahu kepada penulis yang tidak tayang, sehingga tidak menunggu dan berharap cemas. Kemudian diberitahu kekurangannya dan diberikan solusi yang baik.

Terus semangat melanjutkan perjuangan untuk membantu para pejuang pena dalam berdakwah lewat tulisan. Semoga mbak Hasni Tagili sebagai founder bersama kru yang bertugas menjalankan amanah dimudahkan segala urusannya dan Ridlo Allah mengiringi setiap langkah. Aamiin

Wallahu a’lam bisshawwab

 

[LM] 

Please follow and like us: