Warning : “Virus Jambu Monyet” is Coming

Oleh : Hana salsabila AR

 

LensaMediaNews – Februari is coming!!
Ada apa dengan februari? Hayo, siapa yang tahu? Buat kita para remaja pasti sudah tidak asing lagi dengan fenomena di bulan februari. Yup, fenomena apakah itu? Fenomena Valentine day, sebut saja V-day. Nah biasanya kebiasaan para remaja ketika menjelang ataupun saat V-day adalah memberi coklat atau memberi bunga pada lawan jenis, baik itu temannya bahkan pacarnya.

Ketika perayaan V-day, tak jarang pula ada yang sampai mengabadikan momennya dengan seks bebas loh. Astagfirullah, semoga Allah melindungi kita dari hal seperti itu. Katanya sih sebagai pengungkapan rasa cinta dan setia pada pasangannya. Hii.. Jijay, belum ada ikatan halal kok sudah melakukan selayaknya pasutri? Bukannya itu maksiat? Orang pacaran saja sudah berdosa, apalagi sampai berzina. Na’udzubillah.

Sobat- fillah, katanya Valentine day itu disebut-sebut sebagai hari kasih sayang, tapi kenapa justru dijadikan ajang maksiat? Nge-date sana sini, eh ujung – ujungnya malah seks bebas. Katanya Valentine day itu hari cinta, dengan cara memberi coklat dan bunga pada lawan jenis. Itu sih bukan cinta namanya, itu cuma modus, percaya deh.

Lagi pula, apa iya kita mau berkubang dalam maksiat hanya berlandaskan kata “hari kasih sayang”? Kalau kita mau lebih jeli melihat sejarah Valentine ini lebih dalam, pasti kita tidak akan lagi mau merayakannya. Bagaimana sejarahnya?

 

Perayaan Kesuburan Bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulu kala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa kemudian minum anggur, mereka akan lari-lari di jalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai.

Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah. Bahkan dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwasanya sang dewi Lupercia ini memiliki seorang putra yang sangat tampan (Cupid), sehingga ia pun jatuh cinta dan bersetubuh dengan putranya sendiri.”

Nah bagaimana sudah jelas kan sejarahnya? Jelas sekali jauh dari Islam, karena memang perayaan Valentine day ini bukan dari Islam, melainkan budaya orang romawi kuno seperti yang dikatakan tadi. Nah kalau sudah jelas di luar Islam, alasan apalagi yang membuat kita masih mengikuti budaya mereka? Sementara Rasulullah bersabda :
Dan Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia (termasuk bagian) dari kaum itu. ” (HR. Abu daud)

“Tapi kan waktu V-day begini, masa tidak boleh ngasih coklat sama bunga doang sebagai wujud cinta seseorang gitu? “

Nah kalau ada yang nyeletus begini, bagaimana? Ya kita luruskanlah. Definisi cinta menurut Islam yang benar itu seperti apa. Dalam Islam, yang namanya cinta itu bukan dipandang sebatas kepuasan hawa nafsu selayaknya V-day. Coba kita lihat saja bagaimana masyarakat pada umumnya merayakan V-day demgan maksiat sana sini dan berujunglah perzinahan, “Love is sex” itulah makna cinta dari perayaan V-day.

Selain itu, apa mau kita cuma diberi cokelat dan bunga dengan embel – embel “Cinta”? Ayolah sobat, buka mata buka pikiran. Cokelat kalau sudah kena panas sedikit saja sudah cair, apalagi bunga yang juga akan layu pada saatnya. Kalau perumpamaan cinta yang diberikan seperti itu, bukan cinta beneran namanya tapi “CINTA MONYET”.

Makanya kita musti kudu hati-hati terhadap sesuatu hal yang belum kita ketahui asal usul nya seperti apa, sebagaimana V-day tadi. Ada beberapa pesan yang ingin kusampaikan pada kalian :

Dear Sobat Sholihah :
” Sobat, jangan sampai terjebak oleh jebakan monyet ya. Hati – hati dengan modus setan. Ingat selalu, bahwa setan itu musuh yang nyata bagi kita. Jagalah mahkota serta kehormatan kita, ia sangatlah berharga bagi kita. Jangan sampai salah memberi, apalagi sampai tercuri. V-day itu bukanlah hari kasih sayang, melainkan hanya hari kehancuran dan maksiat. Na’udzubillah. “

Dear Sobat Sholih :
” Sobat, berhentilah modus dan jangan menuruti hawa nafsu dan godaan setan. Setan itu juga musuh yang bahaya serta licik. Hargailah perempuan, dia adalah calon ibu dari anak – anakmu kelak. Jangan hanya bermodal V-day saja, kalian bisa mencemari perempuan. Tolong jaga perempuan sebaik mungkin.”

Nah sobat, ingat cinta yang sejati hanyalah ada ketika kita menaruh harap dan selalu taat pada Allah, sang pemilik dan pemberi cinta. Cintailah Allah, maka Allah akan berikan Cinta yang terbaik untuk kita.

 

[hw/LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis