Dekadensi Moral dan Solusinya dalam Islam

Oleh: Leora Andovita

 

Lensa Media News—Islam memandang hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, ibadahnya, kebiasaan makannya, cara berpakaian, cara ia memperoleh dan menggunakan hartanya, sikapnya terhadap dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat luas, sikapnya sebagai seorang yang beriman, pemimpin dan sebagai yang dipimpin harus terus menerus terikat aturan Allah swt..

 

Konsep Islam sebagai agama tidak hanya terbatas pada kesadaran spiritual manusia, tetapi juga mengatur kehidupan ekonomi, politik, dan sosial. Aspek moral pun tidak lepas dari kajian dalam ajaran Islam. Moralitas dalam Islam disebut dengan al khuluq atau akhlak. Akhlak merupakan salah satu sumber fundamental kekuatan suatu bangsa. Namun demikian, dekadensi moral kerap terjadi dan merupakan salah satu penyebab utama kemerosotan suatu bangsa.

 

Dekadensi moral semakin menjadi perhatian di dunia saat ini dan berdampak pada berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Dalam konteks Islam, dekadensi moral mengacu pada terkikisnya prinsip-prinsip etika dan kebajikan yang penting untuk menjalani kehidupan. Dekadensi moral di kalangan generasi muda merupakan isu global, namun hal ini memiliki dimensi yang unik jika dikaji dalam kerangka nilai-nilai Islam.

 

Beberapa contoh dekadensi moral di kalangan pemuda muslim antara lain:

Erosi nilai-nilai keluarga: Salah satu manifestasi paling signifikan dari dekadensi moral adalah melemahnya ikatan keluarga. Ketidakhormatan terhadap orang tua, meningkatnya angka perceraian, dan rusaknya struktur keluarga tradisional telah menjadi masalah umum di kalangan remaja Muslim.

 

Kurangnya kesopanan dan rasa hormat: Menurunnya kesopanan dan rasa hormat terlihat dari perilaku yang tidak sopan dan penggunaan kata-kata yang tidak santun. Perilaku tersebut mencerminkan pengabaian terhadap nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat yang dijunjung tinggi dalam Islam.

 

Keterlibatan dalam kegiatan melanggar hukum: Penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, dan keterlibatan dalam hubungan pranikah dan di luar nikah adalah beberapa perilaku yang menantang tatanan moral remaja Muslim.

 

Materialisme dan konsumerisme: Pengejaran harta benda yang tiada henti sering kali menyebabkan pengabaian terhadap kesejahteraan moral dan spiritual. Keinginan akan kekayaan dan kemewahan dapat menutupi nilai-nilai kepuasan dan rasa syukur.

 

Islam menawarkan kerangka etika komprehensif yang dapat membantu mencegah dekadensi moral di kalangan generasi muda. Berikut adalah beberapa prinsip dan praktik utama dari ajaran Islam yang dapat membimbing generasi muda muslim menuju jalan yang lebih berbudi luhur dan lurus secara moral:

Tauhid: Konsep Tauhid, keyakinan akan keesaan Allah SWT, menjadi landasan moralitas Islam. Mengenali kehadiran Allah SWT membantu menanamkan tujuan, akuntabilitas, dan tanggung jawab moral dalam diri individu.

 

Menghormati keluarga: Islam sangat menekankan pentingnya ikatan keluarga dan memperlakukan orang tua serta orang yang lebih tua dengan hormat dan baik hati. Menjunjung tinggi nilai-nilai ini membantu menjaga ikatan keluarga yang kuat.

 

Kesopanan dan Kesantunan: Islam mendorong kesopanan dalam berpakaian dan berperilaku. Remaja muslim didorong untuk mematuhi aturan berpakaian yang menutupi tubuh dengan pantas dan menjaga kehormatan dengan lawan jenis.

 

Menghindari kegiatan terlarang: Alqur’an dan Hadits dengan jelas menguraikan apa yang dilarang, termasuk alkohol dan seks pranikah. Mematuhi pedoman ini membantu remaja menghindari perilaku yang mengarah pada kerusakan moral. Kegiatan yang sangat dianjurkan remaja Islam diantaranya terlibat dalam pembelajaran dan pengembangan diri, seperti beraktivitas dalam forum kajian Islam.

 

Amal dan Tanggung Jawab Sosial: Mendorong generasi muda untuk terlibat dalam amal (sadaqah) dan pengabdian masyarakat menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang terhadap orang lain. Hal ini membantu melawan dampak negatif materialisme dan konsumerisme.

 

Dekadensi moral di kalangan generasi muda menjadi perhatian masyarakat masa kini, termasuk di kalangan umat Islam. Dengan berpegang pada nilai-nilai etika dan moral Islam, generasi muda muslim dapat menghadapi tantangan kehidupan modern sambil tetap setia pada keyakinan dan prinsip mereka. Islam memberikan kerangka yang kuat untuk mencegah kerusakan moral dengan menekankan tauhid, nilai-nilai kekeluargaan, kesopanan, penghindaran aktivitas terlarang, amal, dan menuntut ilmu. Mendidik dan membimbing generasi muda sejalan dengan prinsip-prinsip ini dapat berkontribusi pada kehidupan yang lebih lurus secara moral dan memuaskan, sesuai dengan ajaran Islam. [LM/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis