Oleh : Risalatul F.A

(Pelajar SMA)

 

Lensa Media News – Generasi muda saat ini kondisinya kian memprihatinkan dimana perzinaan dianggap suatu hal yang biasa. Belum lagi terjerat narkoba, berani melakukan pembunuhan, kaum pelangi yang kian berani unjuk gigi, hingga aborsi akibat pergaulan bebas.

Disisi lain, kebijakan-kebijakan pemerintah justru menjadikan generasi muda semakin jauh dari agama dan profilnya sebagai seorang pemimpin. Citayam fashion week misalnya, dianggap kreativitas anak bangsa, padahal justru menjadikan generasi kian lemah tak tahu arah, lalu bagaimana menjadi penerus bangsa jika generasinya lemah secara fisik dan akal?

Begitu juga dengan kebijakan negara di ranah pendidikan, semakin menancapkan kerusakan pada diri generasi. Kurikulum merdeka yang digadang-gadang bisa memperbaiki justru menjadikan generasi kian liberal. Tak heran jika generasi hari ini lebih senang main-main daripada sungguh-sungguh belajar.

 

Sekuler – Liberal, Biang Keroknya!

Kerusakan pada diri generasi muda bukanlah khayalan, tetapi nyata terjadi. Dan itu akibat dari penerapan sistem rusak Sekuler kapitalisme. Alhasil, pemuda kian jauh dari pemahaman agama yang benar dan sedihnya banyak dari pemuda muslim, sadar atau tidak justru menjadi bagian dari penyokong sistem sekuler liberal.

Lihatlah banyak influencer muda yang menjadi corong liberal dan menyebarkan opini-opini liberal yang sangat merusak generasi.

Dan itu adalah salah satu upaya barat dalam merusak generasi. Melalui perang pemikiran di tengah generasi muslim yang membuat mereka menjadi takut pada agamanya sendiri bahkan takut dengan penerapan syariat Islam secara kaffah.

Akhirnya hari ini gaya bahkan trend Barat kian menjamur dan menjadi pola hidup generasi muda. Selain itu, mereka hanya berfokus pada kepuasan pencapaian materi secara individu.Ya, barat telah berhasil merusak pemuda muslim, menjadikannya mereka liberal bahkan penyokong tetap tegaknya sistem kapitalisme.

 

Kita adalah Umat Terbaik

Kondisi hari ini menjadi sorotan dan menuai keprihatinan banyak pihak, terutama para generasi muda yang paham akan kerusakan yang menjeratnya. Perlu kembali dipahamkan bahwa kelak merekalah generasi pemimpin umat yang menjadi penggerak perubahan menuju penerapan syariat Islam secara kaffah.

Sebab, pemuda muslim adalah mereka yang seharusnya menjadi generasi berkualitas, memiliki tujuan yang sama, yakni berani beramar makruf nahi mungkar, mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran pada yang lainnya, serta berakidah Islam kafah juga berani menyuarakan Islam.

Pemuda muslim adalah pengukir peradaban. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh pemuda-pemuda muslim pada masa peradaban Islam dari masa ke masa, menjadi pribadi yang kuat serta keteguhannya dalam menegakkan dan memperjuangkan kebenaran. Mereka memiliki peran besar dalam mewujudkan masyarakat Islam dan memelihara eksistensinya hingga umat Islam dapat tampil dengan identitasnya sebagai umat terbaik.

Sebagaimana firman Allah SWT berikut,

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik” (QS. Ali Imran: 110)

Ya, umat Islam adalah umat terbaik. Begitu juga dengan generasinya. Merekalah pemimpin-pemimpin peradaban. Lihatlah Muhammad Al Fatih yang menjadi Khalifah di usianya yang masih muda bahkan berhasil menaklukkan konstantinopel, Imam Bukhari yang menghabiskan waktu dengan mencari ilmu hingga hafal jutaan hadits, dan lain sebagainya. Masya Allah!

Begitulah generasi muda di masa peradaban Islam. Dimana Islam diterapkan secara kaffah dalam sebuah negara.

Negara turut andil dalam penjagaan generasi, baik fisik maupun akalnya. Sebab, Negara yang menerapkan Islam memahami bahwa generasi adalah aset bangsa yang harus dijaga. Maka tak heran, banyak bermunculan pemuda muslim cerdas nan tangguh berkualitas. Berani menyuarakan kebenaran bahkan terdepan dalam membela Islam.

Wallahu a’lam bissawab.

 

[LM/nr]

Please follow and like us:

Tentang Penulis