Pada India Kita Harus Berkaca

Oleh: Khya T. Yunia

(Member Akademi Menulis Kreatif )

 

Lensa Media News – Sars-Cov-2, virus yang pertama kali berjangkit di Wuhan, Cina, dan telah mencetuskan pandemi di seluruh dunia masih menjadi momok dunia. Bahkan, setelah lebih dari setahun berlalu, korban masih terus berjatuhan. Penyebarannya pun nyaris tak terhentikan. Meski berbagai vaksin telah ditemukan, ternyata tidak menjadi jaminan bahwa dunia akan segera kembali aman.

Laju penyebarannya memang terlihat mereda di beberapa belahan dunia. Akan tetapi, statistik memang tak seharusnya langsung membuat kita dapat bernapas lega. Karena dalam realita, virus ini masih menebar bahaya. Menanti saat manusia lengah agar mereka dapat semakin menyebar. Bahkan dengan kekuatan baru. Bermunculannya mutan baru dari Sars-Cov-2 ini menjadi bukti bahwa virus ini sama sekali tak boleh dipandang remeh.

Contohnya saja apa yang baru saja melanda India. India tengah diterpa gelombang kedua pandemi Sars-Cov-2 alias korona ini. Bahkan karena begitu tingginya peningkatan kasus infeksi yang terjadi, beberapa media menyebutnya sebagai tsunami pandemi Corona. Bagaimana tidak, kasus harian Covid-19 di sana sangat tinggi.

India telah mencatatkan empat kali berturut-turut rekor kasus harian. Sebagaimana dikutip Channel News Asia, India mendapatkan 1,2 juta kasus baru hanya dalam interval empat hari saja. Ini membuat India berada di urutan kedua kasus infeksi korona terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Situasi di sana benar-benar mencekam.

Negara berpenduduk 1,4 miliar itu kini tengah tenggelam di bawah beban infeksi. Fasilitas kesehatan pun tak lagi mampu menanggung beban ini. Banyak warga yang tidak dapat menemukan tempat tidur yang memadai di rumah sakit. Sementara akses menuju uji Covid-19, obat-obatan atau oksigen pun sangat sulit. Sementara ribuan korban terus berjatuhan setiap harinya.

Apa yang terjadi di India bisa jadi adalah skenario terburuk yang ditakuti banyak orang dari pandemi Covid-19. Para ahli telah berulang kali memperingatkan bahwa membiarkan virus bersirkulasi tanpa terkendali, meningkatkan risiko munculnya varian baru yang berbahaya dan bisa memperpanjang pandemi. Dan agaknya inilah yang tengah terjadi.

India menemukan varian baru virus korona yang menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali terdeteksi di India musim gugur lalu. Varian baru itu oleh WHO diberi nama B.1.617 atau disebut juga “mutan ganda”. Disebut mutan ganda karena virus korona B.1.617 ini memiliki dua mutasi dalam lonjakan protein (protein spike). Lonjakan protein inilah yang digunakan virus untuk mengikat dirinya ke reseptor sel manusia dan masuk ke dalam sel (kompas.com, 24/4/21).

Meskipun belum sepenuhnya bisa dipastikan jika varian baru ini lebih tinggi resiko penularannya, tetapi nampaknya varian baru inilah yang menjadi pemicu lonjakan infeksi Corona di India tersebut. Sebagaimana disampaikan Dr. Cora Constantinescu dari Rumah Sakit Anak Alberta di Calgary yang mengatakan B.1.617 tersebut tampaknya lebih dapat ditularkan setidaknya sekitar 20 persen (kompas.com, 24/4/21).

Beberapa faktor pemicu lonjakan infeksi pun menjadi perhatian. Di antaranya adalah faktor kepadatan penduduk dan rumah multi generasi dengan ruangan berventilasi buruk yang menjadi tipikal rumah di India. Tingkat kesadaran akan protokol kesehatan yang rendah pun nampaknya ikut andil dalam munculnya gelombang kedua Covid-19 di India tersebut.

Negara-negara lain di seluruh dunia seharusnya kini berkaca pada India. India yang sempat lengah pasca meredanya kasus Covid-19 gelombang pertama kini tengah menelan pil pahitnya. Terlebih negara kita, Indonesia, yang memiliki situasi dan kondisi yang nyaris serupa dengan India. Sebuah negara ekonomi menengah dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi terutama di kota-kota besar.

Sebagai negara berkembang, India pun melonggarkan pembatasan sosial secara prematur demi penyelamatan ekonominya. Menafikkan bahaya besar yang mengintai akibat pemberlakuan kebijakan ini. Sama persis dengan langkah pemerintah di negeri ini. Yang dengan dalih ekonomi, negeri ini pun mulai membuka diri kembali. Memaksa diri mengikuti skenario New Normal meski kasus harian masih tinggi. Mempertaruhkan nyawa rakyat demi menghindari rugi.

Kita tentu berharap jika yang terjadi selanjutnya di negeri kita tidak seperti apa yang telah menimpa India. Di mana ratusan ribu orang terinfeksi setiap harinya. Dan ada ratusan nyawa melayang bahkan hanya setiap jamnya. Fasilitas kesehatan kewalahan. Banyak pasien yang akhir tidak dapat mendapat perawatan yang layak. Nyawa mereka pun semakin terancam. Sungguh situasi yang sangat mencekam.

Negeri ini harus benar-benar mengambil pelajaran atas apa yang tengah terjadi di India. Pihak berwenang harus segera mengambil kebijakan total yang akan berdampak signifikan. Bukan sekedar kebijakan tambal sulam yang justru membuat pandemi ini semakin lama bertahan. Berdalih penyelamatan ekonomi tetapi pandemi tak teratasi. Wallahu a’lam bishshawab. [LM/El]

Please follow and like us:

Tentang Penulis