Gempa Literasi Media

Oleh: Aishaa Rahma

“Hanya ada dua hal yang mampu menyinari bumi ini, yakni matahari di langit dan pers di bumi”

(Mark Twain)

1stEvenLensaMedia – Kutipan diatas menunjukkan bahwa perjalanan sejarah tak bisa dilepaskan oleh peran pers. Melubernya informasi saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi yang menjadikan informasi bak “tsunami” yang masuk ke ruang pribadi. Berita kini seperti air bah yang datang menghempas dengan berbagai isu yang diangkat, entah itu kebenaran atau sajian hoax yang menyesatkan.

Kebebasan pers yang tidak terkendali dewasa ini dikhawatirkan Semakin menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dengan dalih kebebasan pers, semakin banyak penampilan media yang cenderung merusak moral. Publikasi foto-foto bugil di media massa misalnya, kini sudah dianggap hal biasa karena dianggap bagian dari kebebasan pers. Namun, persoalan berikutnya dari efek kebebasan pers ini muncul krisis moral dan kegersangan spiritual di tengah masyarakat. Maraknya pergaulan bebas antara pria dengan wanita, adanya kasus hamil diluar nikah, hingga kasus kasus perkosaan, sedikit atau banyak karena andil media massa yang begitu gencar mempublikasikan pornografi.

Padahal, sesungguhnya media massa adalah media informasi yang bersikap netral di tengah masyarakat. Media massa harus menyampaikan informasi dengan didukung fakta yang kuat sehingga diharapkan tidak ada keberpihakan di dalamnya. Namun demikian, media massa tidak selalu objektif dalam menjalankan fungsinya. Terkadang media massa terlalu berorientasi bisnis, sehingga perhitungan yang dipakai adalah keuntungan materi semata. Ketika mempublikasikan berita dan foto misalnya, nilai-nilai etika kurang diperhatikan, yang penting secara materi media tersebut bisa memperoleh keuntungan.

Media massa mempunyai peran yang sangat penting dalam menyebarkan berbagai informasi di tengah masyarakat. Berita yang dipublikasikan melalui media massa, baik yang positif maupun negatif akan begitu cepat diketahui oleh masyarakat luas sehingga akan mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Manakala informasi yang dipublikasikan Itu jujur dan objektif tentu sangat positif hasilnya. Sebaliknya, manakala informasi yang dipublikasikan itu bohong, fitnah, dan mengundang permusuhan, tentu akan menimbulkan dampak negatif dan bahkan bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Itulah sebabnya, berita di media massa harus selalu memperhatikan faktor aktualitas, kejujuran, dan integritas. Dalam mengemban fungsi tersebut, maka tidak berlebihan jika media massa disebut memiliki tugas luhur yang ikut andil dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam rentang waktu peradaban manusia, pers merupakan salah satu bentuk sarana perubahan dan kemajuan bagi masyarakat juga negara. Hal ini terjadi karena pers berfungsi menyebarluaskan informasi, melakukan kontrol sosial yang konstruktif, menyalurkan aspirasi rakyat, dan meluaskan komunikasi sosial dan partisipasi masyarakat.

Di Indonesia sendiri, kebebasan pers selalu mengalami pasang surut, tergantung penguasa politik yang berkuasa. Jika semakin otoriter sebuah rezim penguasa, maka semakin konservatif kebijakan persnya. Sehingga, media yang seharusnya menjadi alat kontrol bagi pemerintah berubah fungsi menjadi corong kebijakan yang menguntungkan kepentingan penguasa.

Hal ini jelas memerlukan media tandingan. Agar masyarakat dapat berimbang menilai mana berita yang sesuai dengan fakta serta memberikan informasi yang akurat. Oleh karena itu, setiap media massa selalu menyediakan kolom artikel yang terbuka untuk umum. Dengan harapan, hal yang tidak dapat dijangkau oleh pers dapat disuarakan masyarakat melalui tulisan dengan berbagai analisis persoalan.

Dari sinilah gempa literasi bermula. Ketika bermunculan media yang berani memberikan ruang terbuka untuk umum, terlebih mengenalkan ajaran Islam kembali pada pemeluknya. Tanpa ada campur tangan dari penguasa. Sehingga masyarakat benar-benar dipimpin akalnya untuk mencari kebenaran, bukan pembenaran semata. Hal ini tentu menjadi celah yang menguntungkan bagi penulis. Berbagai ide dan gagasan dengan leluasa disampaikan ke berbagai media baik cetak maupun online.

Salah satu yang paling berkesan adalah portal lensamedia. Dimana penulis mencoba memberi sumbangsih artikel yang boleh dibilang gampang-gampang susah tembusnya. Sebab, media ini memberi prasyarat yang kontennya harus sesuai dengan visi dan misinya. Sehingga setiap tulisan yang terbit benar-benar lolos dari meja redaktur.

Ditolak tanpa jawaban dari berbagai media sudah menjadi hal biasa bagi penulis, namun hal yang patut diapresiasi dari lensamedia adalah selalu memberi arahan tentang tulisan, entah itu terlalu panjang, kaidah bahasa yang tidak sesuai, atau bahkan jika tulisan tidak diterima. Hal ini sangat membuat siapapun penulisnya merasa tertolong untuk mengoreksi kekurangannya.

Sehingga, selain menyuguhkan bacaan cerdas bagi pembaca, portal ini turut mengedukasi para penulis demi menjaga kualitas dan mutu artikelnya. Sesuai dengan visi dan misinya, mencerdaskan pemahaman umat dengan Islam paripurna sebagai obat. Serta menjadi media terdepan dalam menyampaikan kebenaran di tengah-tengah masyarakat. Bravo Lensa Media, teruslah berkiprah di tengah umat dan menjadi mercusuar peradaban melalui literasi yang menjunjung nilai-nilai kebaikan dengan aturan Islam sebagai pilar.

 

[LM] 

Please follow and like us: