Rusaknya Generasi Karena Sistem

Lensa Media News–Sebanyak 5,5 juta anak di Indonesia menjadi korban pornografi. Jumlah ini mencakup anak dalam jenjang SD, SMP, SMA bahkan PAUD dan disabilitas. Berdasarkan data National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), konten kasus pornografi anak Indonesia selama 4 tahun mencapai 5.566.015 kasus. Jumlah ini merupakan yang terbanyak ke-4 di dunia dan ke-2 di region ASEAN.

 

Sistem yang rusak akan melahirkan sesuatu yang rusak. Seperti halnya semakin pesatnya generasi yang mengakses video pornografi, maka semakin rusak pula generasi yang akan datang. Ini semua tentu lahir dari sistem yang rusak. Dalam sistem yang rusak tidak mempedulikan apakah kebijakan yang dikeluarkan baik untuk generasi ataupun tidak.

 

Dalam kehidupan sekarang, tidak mampu menjamin lingkungan yang baik bagi generasi. Bisa kita buktikan dengan maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi. Sungguh, kondisi pada generasi muda hari ini sangat memilukan. Mulai dari gaya berteman dengan bukan yang mahram sampai menjalin hubungan (pacaran). Hingga banyak yang melakukan hubungan seks di luar nikah. Ini tidak lain dampak dari apa yang dilihat. Tentu hal ini salah satu dari akibat lingkungan yang diterapkan hari ini tidak berkiblat kepada Islam.

 

Islam sendiri memandang bahwa pornografi adalah kemaksiatan. Islam melarang kemaksiatan menyebar di tengah-tengah masyarakat, dan memberantas segala apa pun yang bertentangan dengan syariat Islam. Dalam hal ini hanya negara Islamlah yang mampu menyelamatkan generasi dari bumbu-bumbu barat. Apriani. [LM/IF/ry].

 

Please follow and like us:

Tentang Penulis