Risalah Akhir Tahun (Ratu) 2023: Mewujudkan Islam sebagai Perisai Hakiki


Oleh: Lulu Nugroho

LenSa MediaNews__Ratusan ibu muslimah memadati Masjid di Bandung, Jawa Barat, pada Ahad, 31 Desember 2023, untuk mengikuti kajian yang diselenggarakan Majelis Taklim Lentera Qur’an (MTLQ) dengan tema ‘Risalah Akhir Tahun, Mewujudkan Islam sebagai Perisai Hakiki’.

 

Ibu ustazah, seorang mubalighah Jawa Barat, mengawali pembahasan materi dengan tafsir Qur’an surat Ali Imran ayat 110 tentang umat terbaik. Khoiru ummah berarti umat yang unggul, juara, sejahtera, mandiri, adidaya, penuh barakah. Beliau mengajak para jamaah melakukan muhasabah, apakah sejalan dengan kondisi masyarakat Bandung pada hari ini dengan berbagai prestasi sebagai Kota Kreatif, Kota Terbaik Investasi, Kota Juara HAM, Kota Toleran, dan sebagainya.

 

Ustazah menambahkan bahwa, ternyata dari sisi tata kota, ekonomi, sosial dan budaya, masih banyak yang perlu diperbaiki. Pembangunan yang ada tidak sejalan dengan kemaslahatan. Tampak dari terampasnya ruang hidup bagi perempuan dan anak-anak, akibat pembangunan. Hal ini disebabkan ulah tangan manusia yang semakin jauh dari syariat, sehingga mengakibatkan kehidupan sempit.

 

Di samping itu, ustazah melanjutkan, oligarki menguasai hajat hidup orang banyak melalui penerapan sekuler kapitalisme. Sehingga arah pembangunan hanya hasanah di dunia bagi sekelompok tertentu sebab fokus hanya kepada materi. Selain itu, tidak ada ri’ayah dan junnah dari penguasa, kebijakan pro bisnis, sarat kepentingan kapital, abai terhadap urusan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup. Seluruh perampasan ruang hidup tadi, merupakan fenomena global, yang negeri ini terlibat di dalamnya.

 

Maka perlu upaya-upaya serius untuk melakukan perubahan, untuk memperbaiki kondisi saat ini, yaitu dengan memperkuat keimanan dan taqarrub kepada Allah, menambah keilmuan tentang Islam kaffah sebagai bekal dakwah, peduli terhadap kondisi umat dan mau terlibat pada gerakan perubahan. Jalan perubahan pun harus mengikuti yang dicontohkan Rasulullah saw. dengan target menerapkan Islam kaffah. Caranya adalah membangun kesadaran umat terhadap Islam kaffah, dengan melakukan pembinaan dan meraih dukungan tokoh. Sifat dakwah yang dilakukan adalah dengan berjamaah, dakwah pemikiran, politis, tanpa kekerasan, demikian ustazah menambahkan.

 

Terakhir ustazah mengutip Qur’an surat An-Nur ayat 55 bahwa janji Allah SWT pasti terhadap orang beriman dan mengerjakan kebajikan, akan menjadikan mereka orang-orang yang berkuasa di muka bumi. Dan Allah akan mengubah keadaan yang semula penuh ketakutan menjadi aman sentosa. Inilah perubahan hakiki yang menjadi dambaan umat.

 

Jamaah yang hadir sangat antusias. Ibu Hartati dari Majelis Taklim Masjid Al-Barakah dan Ibu Kanah dari Majelis Taklim Masjid Ar-Rahmah menyatakan bahwa kajian semacam ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan. Banyak pertanyaan dilontarkan kepada ustazah, di antaranya: bagaimana kontribusi para ibu terhadap perubahan, dakwah apa yang mesti disampaikan. Kemudian beberapa ibu muslimah menanyakan hal yang sama tentang pembangunan di Kota Bandung, apakah sejalan dengan perbaikan kualitas manusia yang ada.

 

Ustazah menutup kajian hari ini dengan menggambarkan kondisi pembangunan di masa kejayaan Islam, bahwa prinsip pembangunan dalam Islam adalah mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat banyak. Bahkan bukan hanya manusia yang merasakan keberkahan dan kemudahan hidup dengan pembangunan tadi, tetapi seluruh makhluk Allah SWT merasakan hal yang sama. Maka perlu menegakkan Khilafah untuk menerapkan Islam kaffah agar kita kembali kepada kehidupan Islam, dan itulah sebaik-baik perubahan yang ada. Dari sana akan terwujud Islam rahmatan lil a’lamin.

 

 

.

Please follow and like us:

Tentang Penulis