Islam Melindungi Perempuan dan Generasi

Oleh: Nining Sarimanah

 

LenSaMediaNews__Kajian rutin bulanan kembali digelar pada 3 Desember 2023 di Masjid Agung Kota Bandung. Kali ini, tema yang diangkat adalah Islam Melindungi Perempuan dan Generasi. Ratusan peserta baik dari berbagai Majelis Taklim maupun umum memadati area yang sudah disiapkan oleh panitia. Tak lupa, snack dan air minum diberikan kepada para peserta saat registrasi, senyum terukir di wajah panitia menyambutnya.

 

Tepat pukul 12.30 WIB, Ibu Ning Hardiawan S.Si, sebagai moderator memulai acara. Di awali dengan doa pembuka majelis dan sapaan hangat kepada para jamaah membuat suasana makin akrab. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Idris. Selang beberapa menit kemudian, tibalah pada acara inti yaitu pemaparan materi oleh Ustazah Hj. Rina Komara (Mubalighah Jawa Barat)

 

Ustazah Rina menyampaikan bahwa dalam surah An-Nisa ayat 9 terdapat tiga perintah dari Allah kepada umat Islam. Pertama, untuk memiliki rasa takut kepada Allah Swt. agar tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah. Kedua, untuk bertakwa kepada Allah Swt. Ketiga, untuk berkata dengan perkataan yang benar yaitu berdakwah.

 

Adapun makna lemah menurut pandangan para ulama adalah:

Pertama, keturunan yang lemah dalam aspek ekonomi.

Kedua, keturunan yang lemah dalam aspek akidah. Ketiga keturunan yang lemah dalam keterikatan hukum syarak.

Keempat, lemah dalam aspek kehidupan yang lain seperti fisik, mental, dan sebagainya. Generasi yang lemah patut kita waspadai karena hal ini akan menghantarkan pada kerusakan dan bahaya bagi peradaban Islam sehingga penting untuk memperhatikan urusan perempuan. Lewat peranannya ia sebagai cikal bakal pencetak generasi yang tangguh yang mampu mewujudkan peradaban gemilang.

 

Karenanya, Islam sangat memperhatikan masalah perempuan di mana negara dalam Islam (Khilafah) memiliki fungsi raa’in yaitu sebagai pengatur urusan rakyatnya yang akan memenuhi kebutuhan dasar individu dengan membuka lapangan pekerjaan. Perintah ini, berdasarkan surah Al-Baqarah ayat 233 yaitu perintah menafkahi mereka ada di pundak suami atau ayah atau kerabatnya. Kedua, negara menjamin pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Ketiga, menjauhkan perkara yang dapat merusak akhlak dan memberi saksi yang tegas kepada siapapun yang menzalimi mereka dan ini merupakan fungsi negara sebagai junnah atau pelindung.

 

Kedua fungsi tersebut tampak pada masa Rasulullah saw. maupun masa Khulafa Ar-Rasyidin dan khalifah lainnya seperti Rasulullah memberi sanksi kepada pihak yang mengganggu kehormatan perempuan, mewajibkan para pria yang kuat fisiknya untuk menafkahi istri dan anak juga tanggungan lainnya dengan bekerja, kebijakan Umar ra. memberi santunan kepada setiap bayi yang lahir, memberi santunan kepada perempuan yang janda termasuk perempun yang buta, berpatroli dalam menjaga keamanan dan menggaji guru sebanyak 15 dirham/orang/bulan, serta kebijakan lainnya yang menjadikan masyarakat Islam sejahtera, damai, dan aman.

 

Ustazah, kembali memaparkan bahwa ada dua kunci utama pada masa lalu, kenapa umat Islam mampu menjaga dan melindungi perempuan dan generasi yaitu pertama, diterapkannya Islam secara sempurna. Tersebab, ini adalah perintah Allah SWT. dalam surah Al-Baqarah ayat 208 dan surah Al-A’raf ayat 96, serta surah Al-Anbiya ayat 107. Kedua, negara menjamin kebutuhan dasar dan kolektif masyarakat yaitu dengan diterapkan ekonomi Islam dan mengelola harta milik umum seperti SDA dengan baik dan didistribusikan demi kemaslahatan masyaralat secara langsung maupun tidak langsung.

 

Namun, mirisnya kondisi perempuan dan generasi saat ini jauh dari kata baik-baik saja. Lihatlah, angka kemiskinan tinggi di Indonesia, di mana sebesar 7,62% atau 3,88 juta penduduk miskin di Jabar. Pada 2023, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Jabar sebanyak 433 kasus serta rangking 3 tertinggi dalam kasus bunuh diri sebanyak 39. Kasus tersebut membuat kita bertanya-tanya kenapa dengan aturan yang ada tidak mampu meredam bahkan mengatasinya? Jika kita telisik kembali, banyaknya persoalan yang melingkupi bangsa ini dan tidak bisa dituntaskan disebabkan oleh beberapa faktor pertama, diterapkannya sistem sekuler kapitalisme. Kedua, sistem ini meniscayakan hanya segelintir orang yang menguasai dan menikmati kekayaan yang ada (aset 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan aset 100 juta penduduk). Ketiga, harta tidak terdistribusi dengan baik dan hanya pada orang-orang tertentu, akibatnya rakyat makin miskin karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Keempat, dari masalah tersebut muncul masalah ikutan seperti stunting dan kesehatan mental yang memburuk seperti stres dan kasus bunuh diri tinggi), KDRT, terjebak seks bebas, angka kriminalitas tinggi, narkoba, dan sebagainya.

 

Oleh karena itu, ustazah menekankan bahwa satu-satu jalan agar berbagai persoalan di atas bisa diatasi dengan tuntas adalah dengan diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Daulah Islamiyyah.

Wallahu a’lam bishshawab

 

Please follow and like us:

Tentang Penulis