Wujudkan Pemerataan Infrastruktur Pendidikan

Lensa Media News—Berkembangnya pendidikan era digital seharusnya semakin mempermudah untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Dukungan infrastruktur pendidikan pun merupakan hal yang tak bisa diabaikan. Hal ini akan mempengaruhi kualitas pendidikan tak terkecuali di Indonesia. Namun faktanya tidak semua unsur pendidikan bisa dengan mudah mengakses teknologi disebabkan belum meratanya infrastruktur pendidikan. Hal ini juga yang menjadi sorotan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya pada peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke 78 di Jakarta pada 25/11/2023 (CNN Indonesia).

 

Pada kesempatan itu Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mendapat teguran dari Presiden terkait ketimpangan infrastruktur pendidikan di kota dan daerah terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Namun presiden berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidikan dan berharap dalam kurun waktu 3 tahun akan ada sekitar 840 ribu guru yang direkrut menjadi ASN PPPK dengan 1 juta guru ASN PPPK pada 2024 (CNN Indonesia)

 

Jika dicermati, pendidikan di Indonesia sudah menjadi barang mewah, semakin canggih infrastrukturnya, semakin mahal biaya pendidikan yang dikeluarkan. Idealnya ini tidak terjadi pada negeri yang kaya sumber daya alam. Namun pengelolaan yang tidak sesuai syariat memberikan pengaruh buruk terhadap kualitas pendidikan. Setiap jenjang pendidikan menjadi komoditas ekonomi. Desentralisasi pendidikan, cacatnya anggaran, rumitnya birokrasi yang berujung saling lempar tanggung jawab, korupsi sektor pendidikan yang menggila menunjukkan rusaknya tatanan bernegara dalam sistem kapitalisme khususnya dalam pelayanan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan.

 

Inilah daruratnya, agar negara mengatur urusan rakyat dengan syariat Islam. Di dalam Islam negara hadir dan bertanggung jawab penuh melayani seluruh kebutuhan rakyat salah satunya pendidikan. Pada masa kepemimpinan Islam (Khilafah) banyak kota yang menjadi pusat pendidikan Islam dengan akses yang mudah.

 

Lahirnya para ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Bukhori, Imam Muslim serta ilmuwan sains dan teknologi seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Al Jazari dan sebagainya. Juga berdirinya berbagai perguruan tinggi seperti universitas Al Azhar, universitas Cordoba, universitas Al Qarawiyyin dan masih banyak lagi yang menunjukan majunya sistem pendidikan di masa Khilafah dengan infrastruktur yang tidak perlu diragukan lagi. Fatimah Nafis.[LM/IF/ry].

Please follow and like us:

Tentang Penulis