Sadis, Sistem Kapitalis Melahirkan Para Kriminal

Oleh : Zhiya Kelana, S.Kom

(Aktivis Muslimah Aceh)

Lensa Media News-Sungguh sangat miris sekali apa yang terjadi akhir-akhir ini, serasa negeri ini tidak lagi aman untuk dihuni. Bagaimana tidak, kasus demi kasus kriminal kian marak terjadi. Dari kasus pembunuhan hingga tawuran, dari kisah cinta hingga kisah saling ejek dan menuduh yang kemudian berakhir dengan tewas atau terlukanya mereka. Mereka adalah para remaja, kaum berdarah muda dan panas. Seperti kasus pembunuhan yang disertai mutliasi yang terjadi beberapa tahun ini. Kekerasan itu dilakukan oleh generasi muda termasuk pelajar, dan jumlahnya semakin hari semakin banyak, bukannya berkurang, malah semakin beragam.

 

Polda Yogyakarta telah menangkap pelaku pembunuhan yang diikuti mutilasi berinisal HP terhadap seorang ibu dua anak, A di kaliurang, Sleman. Polisi menyebut, pelaku yang bekerja di bidang jasa persewaan tenda itu memutilasi tubuh korban dengan pisau hingga gergaji menjadi 65 bagian (BBC.Com, 19/3/2023).

 

Polisi menangkap tiga ABG diduga pelaku yang membacok siswa SMP berinisial ARSS (14) hingga tewas di Sukabumi, Jawa Barat. Tiga anak berhadapan dengan hukum itu ialah DA (14), RA alias N (14), dan AAB alias U (14). Dilansir detikJabar, Jumat (24/3/2023), peristiwa pembacokan ini geger karena korban merupakan target kedua kali dan pembacokannya ditayangkan secara langsung via Instagram.

 

Juga tawuran yang terjadi di lokasi yang berbeda, berkedok perang sarung nyaris terjadi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu dini hari. Tiga titik menjadi lokasi rencana aksi ini yakni Lapang Sekarwangi, desa Karangtengah, dan Kampung Gaya ika (Kelurahan Cibadak) terjadi dibeberapa wilayah (Sukabumiupdate.com, 25/3/2023).

 

Generasi Sampah Masyarakat

 

Masyarakat semakin tidak peduli dengan kondisi generasi yang rusak, padahal sudah menunjukkan perilaku yang makin mudah melakukan tindak kekerasan. ini menunjukkan bahwa saat ini masyarakat mulai mengikuti budaya barat yang lebih bersikap tidak mau tahu, tentang bagaimana generasi ini selanjutnya. Membiarkan mereka melakukan hal itu, karena semata hanya ingin selamat dari pada mati konyol. Pemerintah pun tidak mampu menyadarkan para pemuda kita yang sudah benar-benar rusak oleh sistem.

 

Kenapa sistem ini merusak pemuda kita? karena pada hakikatnya sistem sekuler ini membuat generasi kita hancur lebur. Hingga sulit unutk bangkit, karena negara juga seolah mendukung apa yang dilakukan pemuda kita hari ini. Sebagaimana drama yang diputar di televisi, tidak mengapa para pemuda melakukan aksi tawuran bahkan pembunuhan sekalipun. Di luar negeri sana, hal serupa terjadi dan itu hal yang biasa. Mereka tidak merasa bersalah saat melakukannya.

 

Sama akan halnya di luar sana, dimana para generasi ini semakin minus keberadaannya dalam kehidupan. Hanya menjadi sampah masyarakat saja, tidak mungkin untuk dibangkitkan ghirohnya (semangatnya) untuk memperjuangkan Islam. Mereka terlalu terlena dalam pelukan sistem busuk bernama kapitalis ini. Mereka sudah terbiasa dan tak lagi mau berubah untuk menjadi lebih baik. Karena pemikiran mereka benar-benar sudah teracuni, apatah lagi sistem pendidikan saat ini hanya sekedar formalitas tidak sampai menyentuh agama dan akhlak. Ini sungguh berbeda dengan Islam yang sangat cinta damai dan menjaga nyawa manusia, bahkan untuk membuat terluka pun mereka tidak akan berani, karena Islam sangat tegas. Baik dari sisi penerapan sistemnya maupun sanksinya. Wallahu A’lam Bish shawab. [LM/ry].

Please follow and like us:

Tentang Penulis