Balita Dianiaya, Ayah Hilang Akal Sehatnya

Lensa Media News-Rasa tentram, aman, dan nyaman adalah hal yang diidamkan dalam keluarga. Namun kenyataan semua hanya angan yang sulit dirasakan. Kejahatan dan kekerasan sudah menjadi pemandangan tak terelakkan. Baru – baru ini peristiwa sadis Ayah muda tega membanting anaknya yang masih bayi di depan rumah hingga tewas (puspika.com 11/3/2023).

 

Dalam keluarga, Islam telah menetapkan Ayah berperan sebagai qowwam yang bertugas untuk memimpin dan melindungi keluarganya. Bukan malah menjadikan anak sebagai bahan pelampiasan atas amarahnya sendiri. Sesungguhnya anak adalah bagian dari masa depan bangsa dan negeri ini. Hakikatnya semua anak harus dijaga dan dilindungi bukan dihancurkan. Hilangnya akal sehat seorang ayah bisa jadi karena sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pendapatan yang tidak menentu sehingga menjadi stres.

 

Seyogianya pemerintah membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi seorang laki-laki agar anggota keluarga menjalankan sesuai perannya masing-masing. Ayah sebagai  qowwam menjadi pemimpin dan pelindung keluarganya termasuk mampu mencukupi semua kebutuhan hidup. Begitu juga ibu sebagai madrasatul ula dan ummu wa rabbatul bayt. Sehingga rasa tentram aman dan nyaman dapat terwujud di setiap lini kehidupan keluarga.

 

Rasulullah Saw. bersabda, ” Setiap kalian adalah pemimpin yang bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang penguasa yang memimpin manusia (rakyat) adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap mereka. ” (HR. Al- Bukhari). Daryunah, Pemalang, Jawa Tengah. [LM/IF/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis