Sawer Pembaca Quran, Tak Punya Adab pada Kitab Suci

Oleh: Mariyam Sundari

Dalam video berdurasi 1 menit 48 detik yang diunggah oleh Hilmi Firdausi dalam akun tweeternya (4/1/2023), tentang seorang Qoriah bernama Nadia Hawasyi yang disawer, pada acara Maulid Nabi Saw, 16 Desember 2022, di masjid Jami Al-Ikhlas, Cibalung Banten. Ini menunjukkan, bentuk pelecehan dan tak ada adab terhadap kitab suci.

 

Kenapa dikatakan tak punya adab? Karena dalam Islam penanaman akidah dan akhlak itu sangat diutamakan. Terlebih pada al-Quran yang merupakan kitab suci sekaligus agung. Yaitu Kesucian dan keagungannya didasarkan pada kenyataan bahwa ia merupakan firman Allah (kalamullah). Tuhan Pencipta manusia dan seluruh alam ini. Jadi, perbuatan menyawer ini sama saja merendahkan kitab suci, sekaligus penciptanya.

 

Nah, dari fakta ini, timbul pertanyaan, mengapa saat ini banyak muslim yang tidak mempunyai adab? Ada Qoriah membacakan kitab suci lalu disawer. Kalaupun ingin memberikan uang kepada pembacanya, haruslah dilakukan dengan cara yang baik, misal diberikan setelah membaca. Juga, adab ketika ayat suci dibacakan maka harus diam mendengarkan dengan seksama, semata-mata hanya mengharap pahala dari Allah Swt. Jadi, jangan disamakan dengan mendengar lantunan musik lainnya seperti dangdutan misalnya, yang bisa disawer.

 

Ini jelas perilaku liberal (bebas) yang menyimpang dari ajaran Islam. Perilaku ini tidak lain disebabkan oleh sistem yang diadopsi oleh negara saat ini, yaitu kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan.

 

Sehingga, pendidikan agama tidak sepenuhnya diajarkan di bangku sekolah. Akhirnya, melahirkan manusia-manusia yang kurang adab serta tidak mempedulikan lagi, apakah perbuatannya itu benar atau salah, melanggar atau tidak, halal atau haram. Sampai-sampai acara keagamaan pun diperlakukan secara bebas tidak ada aturan Islam yang mengikat di dalamnya.

 

Jadi, saat ini umat sangat membutuhkan adanya institusi yang akan melindungi serta menjaga kemuliaan al-Quran dan pembacanya, yang menerapkan aturan secara kaffah dalam kehidupan. Dan ini hanya akan bisa terwujud, ketika umat memiliki negara yang memuliakan al-Quran yaitu negara Islam (Daulah Khilafah Islamiyyah).

Please follow and like us:

Tentang Penulis