Derita Rohingya Tak Kunjung Reda

Menanggapi adanya keluhan warga terhadap keberadaan Rohingya yang melanggar adat dan mencuri buah kelapa milik warga saat ditampung di tempat bekas Kantor Imigrasi, Kecamatan Blang Mangat,  Lhokseumawe. Informasi yang diperoleh, pengungsi Rohingya mengambil kelapa milik warga yang ada di sebelah gedung tersebut. Mereka diduga mengambil kelapa karena kelaparan dan kekurangan makanan saat berada di tempat pengungsian. (serambinews.com, 08/12/2022)

Hidup terlunta-lunta tanpa ada sebuah kepastian, dimana mereka seharusnya hidup layak sebagaimana muslim yang lain. Padahal keinginan untuk dapat hidup dengan layak adalah manusiawi.
Namun sistem kapitalis-lah yang telah merusak tatanan kehidupan. Dimana satu sisi mereka disuruh mencintai tanah air mereka, namun pada sisi yang lain mereka dipaksa hingga disiksa dan dibunuh jika bertahan di tanah-tanah mereka.
Mereka adalah orang yang hak asasinya terancam, namun dunia seolah tutup mata atas derita mereka. Seolah mereka bukan manusia sehingga tak layak ditanggapi. Mereka adalah contoh kecil dari kerusakan sistem kapitalis, contoh hak asasi yang tebang pilih.
Maka solusi bagi mereka adalah penerapan Islam kaffah, karena hanya sistem Islam yang mampu mengusir para penjajah dan penjilat untuk keluar dari wilayah kaum muslimin. Sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan tenteram walaupun beda keyakinan.
Anna Ummu Maryam
Penulis Literasi dan Pemerhati Publik
[LM/Ah]
Please follow and like us:

Tentang Penulis