Wakil Rakyat Tak Merakyat

Begitulah kiranya ungkapan yang tepat tatkala melihat polah tingkah para wakil rakyat di negeri ini. Tatkala ekonomi rakyat masih terseok-seok, para wakil rakyat meminta perbaikan fasilitas pribadi dengan biaya yang sangat mahal. Sekretaris Jenderal (Setjen) DPR menganggarkan Rp48,7 miliar untuk gorden di rumah jabatan anggota dewan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 505 unit rumah dan setiap rumah mendapat Rp90 juta. Tidak hanya gorden, anggaran untuk pengaspalan area kompleks parlemen sebesar Rp11 miliar, penggantian AC ruang keluarga rumah jabatan anggota sebesar Rp3,03 miliar dan pengembangan sarana olahraga RJA DPR RI Kalibata di Jakarta Selatan sebesar Rp3,5 miliar.

Sejatinya usulan dana yang sebegitu besarnya tidaklah etis di tengah kondisi rakyat yang tengah terpuruk. Apalagi kinerja mereka tak sesuai ekspektasi, padahal gaji dan fasilitas yang mereka dapatkan begitu tinggi. Seharusnya mereka mewakili aspirasi rakyat, namun yang terjadi justru sebaliknya. Beginilah realita wakil rakyat di sistem demokrasi sekuler. Karena sistem ini memang menumbuhkan gaya hidup hedonis dan konsumtif. Sehingga para wakil rakyat merasa bahwa mereka berhak atas fasilitas yang mewah karena mereka sedang menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Dalam sistem Islam, para pemimpin dan pejabat lebih banyak hidup sederhana dan hemat. Kehidupan Rasulullah Saw. dan para sahabat sangat jauh dari kemewahan. Umar bin Khaththab hanya memiliki dua baju sederhana yang dipakai secara bergantian. Beliau takkan mau memakan makanan enak ketika rakyatnya sedang kelaparan. Begitu pun Ali bin Abi Thalib, ketika hari raya, makanan yang tersedia di rumahnya adalah daging rebus bercampur tepung (al-khazirah) yang merupakan makanan rakyat kecil. Khalifah Umar bin Abdul Aziz tak mau menggunakan uang negara sepeser pun untuk membeli makanan bagi dirinya sendiri. Pejabat sederhana dan bertakwa seperti ini hanya dapat terbentuk jika sistem Islam kaffah diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Wallahu’alam.

Septiana Rosa br  Ginting, Jakarta Timur

 

[IF]

Please follow and like us: