Oksigen Langka, Lemahnya Tanggung Jawab Penguasa

Oleh: Muslimah Mardhatillah 

(Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah) 

 

Lensa Media News – Kelangkaan oksigen kini terjadi di sejumlah rumah sakit serta bagi masyarakat umum yang tengah melakukan isolasi mandiri di tengah pandemi Covid-19. Jubir Menko Marves Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan pemerintah terus berupaya menyediakan oksigen. Di RSUP Dr. Sardjito, yang merupakan RS rujukan Covid-19, sejak Sabtu (3/7) pagi hingga Ahad (4/7) pagi, terdapat 63 pasien yang meninggal dunia karena krisis oksigen.

Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Banu Hermawan menyatakan, “Memang betul, akhirnya secara perlahan memang stok oksigen sentral kami mengalami shut down sekitar pukul 20.00, sehingga waktu itu sudah back up dengan oksigen menggunakan tabung. Itu yang kita lakukan” (Voaindonesia.com, 04/07/2021).

Terkait krisis oksigen ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan, “Betul kemarin memang sempat persediaan menipis tetapi hari ini sudah dikirimkan”(Cnbc.com, 04/07/2021).

Atas krisis oksigen ini, para relawan kemanusiaan pun bergerak untuk mencarikan tabung oksigen. Salah satunya adalah para peternak ikan di Banjarnegara (Merdeka.com, 30/06/2021).

Juga ada relawan dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen Untuk Indonesia (GSSTAUI) yang meminjamkan tabung gas secara gratis untuk warga di Jabodetabek. Relawan ini memiliki 40 tabung gas oksigen yang siap untuk dipinjamkan (Kumparan.com, 01/07/2021).

Selain itu, pemerintah juga terus menambah rumah sakit lapangan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Jodi juga mengimbau bagi TNI, Polri, hingga Kementerian untuk menyediakan tenda-tenda pleton yang bisa digunakan di RS.

Kelemahan sistem kesehatan pemerintah saat ini makin tak terelakkan. Ditambah dampak dari minimnya alat kesehatan, makin menambah deretan orang yang terpapar virus covid-19. Padahal yang kita ketahui, oksigen adalah bagian dari hasil alam yang diberikan oleh Allah secara gratis. Namun, dalam sistem kapitalisme oksigen menjadi lahan bisnis yang bisa menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah walau nyawa rakyat menjadi taruhannya.

Sistem kesehatan di dalam Islam memiliki asas pelayanan bagi seluruh warga negara. Dimana seluruh fasilitas dan sarana adalah menjadi tanggung jawab negara. Baik oksigen, obat-obatan, ruangan, maupun jaminan perlindungan tenaga kesehatan. Negara memiliki peran penuh dan memastikan seluruh warganya mendapatkan perlakuan yang sama dan mendapatkan fasilitas yang sama. Hanya saja seluruh fasilitas seperti ini tidak akan mungkin diraih dari sistem yang menerapkan hukum buatan manusia yakni kapitalisme-demokrasi yang menjadi biang dari kerusakan kehidupan saat ini. Hanya sistem Islam-lah satu-satunya yang mampu memberikan jaminan kesehatan dan fasilitas yang penuh dalam naungan Khilafah Islam.

Wallahu a’lam bishshawab.

[ah/LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis