Derita Palestina adalah Derita Kita

Oleh: Nabila Zidane
(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

 

Serbu – Pernah mendengar sabda Rasulullah SAW jika umat muslim satu dengan yang lainnya bagaikan satu tubuh nggak guys?

Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam” (HR. Bukhari dan Muslim).

Seperti sakit gigi tuh, yang sakit giginya tapi yang ngerasain sakit seluruh badan. Ya nggak enak makan, nggak enak tidur, kepala pusing, mata menangis, mulut mengaduh, tangan memegang pipi, dan kaki pun segera bergerak mengantar ke dokter gigi. Begitulah ibarat persatuannya. Kalo anggota tubuh yang lain gak ikut merasakan sakit berarti syarafnya mati.

 

Derita Palestina juga Derita Kita

Coba lihat bagaimana keadaan saudara kita di Palestina yang begitu kesusahan untuk bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Dilansir dari Tribunnews.com, (10/05/2021), sebelumnya diberitakan, ketegangan di Yerusalem meningkat usai terjadinya kerusuhan pada Jumat (7/5/2021) malam di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Palestina.

Kerusuhan dimulai dari pengerahan Polisi Israel untuk membubarkan warga Palestina yang sedang melaksanakan ibadah salat tarawih di Masjid Al Aqsa. Polisi Israel menembakkan bom asap dan peluru berlapis karet. Serangan penjajah Yahudi ini pun dibalas oleh jamaah Palestina dengan lemparan batu, sepatu, kursi, dan apapun yang dapat teraih oleh tangan. Sedikitnya 200 warga Palestina dilaporkan terluka akibat aksi kekerasan yang dilakukan Polisi Israel laknatullah ‘alaih.

Kekejian penjajah Yahudi ini kepada kaum muslimin di Palestina bukan hanya sekali ini aja, akan tetapi sudah terjadi berulang kali hingga jutaan nyawa kaum muslimin menjadi syahid.

 

Palestina Memanggil Tentara Kaum Muslimin

Di manakah kalian wahai tentara kaum muslimin? Mengapa kalian diam saja hanya memberikan kecaman dan kecaman?
Guys, harus berapa kali lagi serangan-serangan orang Israel ini bisa membuat kita sadar dan paham bahwa sebenarnya yang dibutuhkan oleh kaum muslimin adalah kekuatan yang besar yang mampu menenggelamkan pasukan Israel ke bumi dan membebaskan Palestina. Kekuatan ini nggak bisa diharapkan dari PBB dan dunia internasional karena solusi dari mereka justru hanya mengkokohkan penjajahan Israel terhadap umat muslim. Bagaimana mungkin kita mau menerima “Two state solution” sementara tidak ada hak sedikitpun atas Israel untuk menduduki Palestina.

Kekuatan ini juga nggak bisa diandalkan dari para penguasa negeri-negeri kaum muslimin. Karena mereka hanya bisa mengutuk dan mengecam perbuatan penjajah Yahudi tanpa mau mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina.

 

Jihad dan Khilafah Solusi Palestina

Kekuatan besar yang dibutuhkan itu adalah kekuatan pemimpin seperti hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW telah bersabda, “Sesungguhnya seorang imam itu laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah dan adil, maka dengannya dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa atau azab karenanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pemimpin seperti dalam hadits ini akan menjaga tanah wakaf Palestina dengan segenap hati. Dia akan mudah mengerahkan pasukan yang dimilikinya dan menyerukan jihad untuk melindungi dan membebaskan Al-Quds dari tangan kotor penjajah Yahudi. Inilah yang pernah dilakukan oleh Panglima Salahuddin Al Ayyubi yang berhasil membebaskan Palestina dari tentara salib. Begitu pula Sultan Hamid II yang menjaga Palestina dengan jaminan nyawanya.

Pemimpin seperti ini nggak bisa lahir dari sistem demokrasi kapitalis. Karena pemimpin muslim yang ada dalam sistem batil ini “Standing position“-nya tuh kalau nggak jadi boneka, ya biasanya cuma mengecam saja dan kebijakan merekapun dibatasi oleh perjanjian internasional.

Pemimpin pelindung Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya hanya akan hadir dari sistem sahih yaitu penerapan Islam kaffah dalam naungan daulah khilafah.

Makanya guys, wajib bagi kita untuk terlibat aktif dalam perjuangan menegakkan khilafah. Karena bagi siapa pun umat Islam yang berdiam diri atas kerusakan yang menimpa umat dan tidak mau terlibat dalam dakwah untuk tegaknya kembali khilafah, maka ia berdosa.

Allah SWT berfirman,

فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ

Karena itu berdakwahlah dan beristikamah-lah sebagaimana diperintahkan kepada kamu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka” (QS. asy-Syura: 15).

Sudah seharusnya kita tidak berdiam diri atas kezaliman apalagi mengatakan bahwa derita saudara kita di Palestina bukan urusan kita, astaghfirullah. Mari kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk terlibat aktif dalam dakwah demi tegaknya khilafah yang akan menghentikan segala kezaliman di muka bumi.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

[ah/LM]

Please follow and like us: