Selamat Tinggal Dunia Tipu-Tipu

Oleh: Nabila Zidane

(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban) 

 

Serbu – Tau nggak gaes, anak yang suka berdiam diri di rumah dan nggak doyan bergaul masih bisa terbawa arus pergaulan bebas loh. Soalnya zaman sekarang ada permainan online yang disingkat RP atau Role Player.

RP adalah kegiatan bermain peran yang memerankan artis idola melalui sosial media. Tugas mereka adalah membuat akun sampingan selain akun pribadi. Bisa melalui Facebook, instagram, whatsapp dan aplikasi lain. Kemudian menulis keterangan jelas tentang siapa yang akan diperankan seperti keterangan singkat biodata artis yang kita perankan berupa nama panjang, tanggal dan tahun kelahiran serta umur si artis. Kemudian para pemain RP bakalan membuat status di timeline mereka seakan-akan mereka adalah tokoh yang mereka perankan dan saling berinteraksi dengan akun RP yang lain. Mereka menyebut dunia Role Player ini sebagai fake world.

Jika dalam dunia nyata ada batasan gimana seharusnya mereka bersikap, maka dalam fake world ini mereka bebas berbuat apapun tanpa khawatir imbasnya buruk. Karena mereka menggunakan fake account jadi nggak bakalan ada yang tahu siapa sih sebenarnya yang ada di balik akun tersebut.

Ngerinya lagi gaes, sesama akun RP bisa lo saling berkenalan di dunia maya meskipun nggak pernah ketemu. Mereka bakalan nyaman mengobrol. Karena dalam dunia tipu-tipu tuh nggak memandang siapa kita, semuanya dianggap sama dan memiliki hak yang sama walaupun latar belakang pemain RP ini bermacam-macam ada yang karena lagi iseng, bosen, kesepian dan bagi anak yang memiliki masalah dalam bergaul serta kurang kasih sayang dari keluarga bisa menjadikan hal ini sebagai alat untuk mencari eksistensi diri.

Seorang mantan pemain RP pernah mengatakan bahwa permainan ini bisa membuat kecanduan loh. Yang awalnya main RP untuk sekadar mengisi waktu luang, lama-lama bisa menjadi keasyikan tuh. Akhirnya banyak waktu yang habis dalam kehaluan dan kewajiban-kewajiban lain bakalan banyak yang dilalaikan.

Lebih parahnya lagi gaes, zina online banyak dilakukan melalui permainan ini. Akun RP bebas saling berkirim konten porno mulai dari gambar, obrolan hingga video. Permainan ini benar-benar mengancam kesuksesan milenial baik di dunia bahkan di akhirat.

Hhhmmm kasihan, masa muda yang seharusnya dimanfaatkan untuk keproduktifan malah dihabiskan untuk kemaksiatan. Wah, wah rugi banget kan?

Ini semua gara-gara sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini gaes. Di mana sistem kapitalisme menempatkan keuntungan materi di atas segala-galanya. Asasnya yakni sekularisme yang membuat aturan-aturan yang diambil oleh negara tidak menjadikan hukum syariat sebagai pedoman. Malahan manusia yang akalnya lemah dan terbatas membuat aturan sendiri. Ya jadinya nih pendidikan yang se harusnya berlandaskan akidah Islam untuk mencetak generasi berkepribadian Islam diubah menjadi pendidikan sekuler yang mencetak generasi-generasi cinta dunia.

Sadar nggak sih gaes kalau sistem pendidikan sekuler tuh menyeting mindset kita untuk mengenyam pendidikan hanya demi pekerjaan tanpa memedulikan bagaimana ya akhlak kita dan bagaimana ketundukan kita terhadap syariat? Padahal dari sinilah muncul individu-individu muslim yang gagal paham dengan agamanya sendiri. Sehingga ketika mereka harus membina keluarga dan mendidik anaknya menjadi generasi yang taat syariah mereka menjadi orang yang nggak siap. Bahkan nggak sadar kalau itu menjadi tugas utama mereka.

Mereka hanya sekedar menjalankan tugas untuk mencari isi perut dan memenuhi kebutuhan fisik tanpa mengerti apa sih yang sebenarnya dibutuhkan oleh anaknya. Sehingga banyak anak yang merasa kurang perhatian, kurang kasih sayang dan nggak paham dengan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Dengan lingkungan yang liberal dan sistem pendidikan sekuler, anak pun menjadi semakin jauh dari kepribadian seorang muslim dan justru terjebak pada paham-paham rusak yang diaruskan oleh Barat seperti sekularisme dan liberalisme.

 

Pendidikan dalam Sistem Islam

Islam benar-benar menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi masa depan. Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islami yaitu pola pikir dan pola sikap yang kuat dalam diri individu-individu muslim. Sehingga orang tua akan sadar mengenai posisinya sebagai sekolah pertama bagi anaknya. Mendidik anaknya dengan Islam serta dengan penuh kasih sayang dan perhatian.

Di sekolah, anak akan diperkuat lagi supaya benar-benar memiliki kepribadian yang Islami, maka dengan begitu nggak bakalan ada anak-anak yang terjebak pada aktivitas yang melalaikan bahkan maksiat kepada Allah SWT seperti Role Player tadi.

Sistem pendidikan seperti ini pernah diterapkan selama lebih dari 14 abad loh dan sudah terbukti menghasilkan generasi yang luar biasa ilmu serta ketaatannya. Misalkan saja seperti Muhammad al-Fatih, Al-Khawarizmi, Mariyam Ar Asturlabi, Imam Syafi’i dan lain-lain yang banyak banget jumlahnya. Wah luar biasa kan?

Negara yang menerapkan seluruh syariat Islam termasuk dalam masalah pendidikan inilah yang disebut dengan khilafah. Kabar gembiranya khilafah akan kembali ke tengah-tengah kita untuk membawa rahmat bagi seluruh alam loh. Tentunya, itu semua ada karena ada orang-orang yang memperjuangkannya. Jadi sekarang kita tinggal milih nih, mau tetap diam melihat kerusakan atau menjemput khilafah dengan terus mendakwahkannya untuk membuat masyarakat sadar dan ingin hidup di bawah naungannya. So katakan selamat tinggal dunia tipu-tipu dan segera bergabung dengan jamaah dakwah Ideologis agar keimanan dan keistiqamahan dapat terus terjaga.

 

[ra/LM]

Please follow and like us: