Papua dalam Cengkeraman Kapitalis

Sebuah investigasi visual yang dirilis pada Kamis (12/11) menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan “secara sengaja” menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit (Bbc.com, 12/11/2020). Perusahaan asal Korsel, PT Korindo, diduga telah melanggar hukum karena membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun bukti mengenai pembakaran hutan telah tersebar, namun PT Korindo bersikukuh menolak tudingan tersebut.

Eksploitasi bumi Merauke bukanlah hal yang baru kita dengar. Pulau dengan segudang sumber daya alamnya ini telah puluhan tahun diambil kekayaannya demi dalih meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga lokal. Sebut saja gunung emas yang telah dikeruk habis oleh perusahaan asal Amerika, Freeport McMoran. Sayangnya semua alasan itu hanya sebatas pemanis di bibir korporasi. Kenyataannya, hingga hari ini kondisi ekonomi warga pribumi tak kunjung membaik. Papua tetap dinobatkan sebagai wilayah yang paling terbelakang dalam aspek ekonomi.

Padahal pemanfaatan sumber daya alam harusnya bisa dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat. Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda, “Kaum muslim bersekutu (sama-sama memiliki hak) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Seandainya saja kita bisa menjadikan Islam untuk mengatur kehidupan manusia, tentu saja kondisi Papua akan berbeda. Bukan sebagai objek nafsu pemuas para kapitalis, namun benar-benar menjadi aset kekayaan bangsa.

Dita Resti Andika Sari
Ibu Rumah Tangga

 

[Ah/LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis