Oleh : Isnawati

 

Lensa Media News – Khilafah menyatukan berbagai suku dan agama dalam satu wadah negara. Rakyat mendapatkan hak kewarganegaraan secara sempurna, hidup damai berdampingan dalam perlindungan negara. Madinah adalah negara Islam pertama yang mampu meluas hingga ke Mesir, Irak, Iran, Syiria dan Spanyol. Penduduknya heterogen dengan berbagai kabilah, suku, komunitas Yahudi, komunitas Kristen, pemeluk keyakinan Zeroasta dan lainnya.

Kebhinnekaan adalah hal yang sunnatullah, dalam Islam perlakuan adil terhadap non muslim menjadi sebuah kewajiban. Sejarawan Kristen Thomas Walker Arnold membenarkan dalam tulisannya “Perlakuan terhadap warga Kristen oleh pemerintahan Khilafah Turki Ustmani selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa.”

Sejarah membuktikan ajaran Khilafah adalah ajaran yang sangat menjunjung tinggi toleransi dan kebhinnekaan, menjadi sebuah polemik di negeri ini sebab toleransi diarahkan pada sinkretisme atau mencampuradukkan keyakinan, paham atau aliran keagamaan. Jihad dan Khilafah dianggap sebagai penghalang, truth claim (klaim kebenaran) yang berakibat fanatisme dan fundamentalisme mengganggu kepentingan mereka. Ajaran Jihad dan Khilafah berusaha dilemahkan bahkan dihilangkan menuju moderasi (mengambil jalan tengah) bukan ketaatan secara total. Memoderasi ajaran Islam artinya mengambil jalan tengah, melemahkan ajaran Islam bahkan melepaskan keterikatan kaum muslim, antara taat dan maksiat, iman dan kufur, halal dan haram menjadi relatif, tidak ada kebenaran mutlak.

Geostrategis dan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini sangat menguntungkan negera-negara penjajah, mendikte dalam semua urusan apalagi yang berkaitan dengan Jihad dan Khilafah menjadi hal yang utama. Dengan dalih radikalisme Islam terus disudutkan, Khilafah, jihad, celana cingkrang dan cadar menjadi tolak ukur untuk menarik kesimpulan dan menyederhanakan persoalan.

Ketakutan pada kebenaran ajaran Islam akan mampu berjaya dan mengatur kehidupan bernegara sangat luar biasa. Pembunuhan karakter ajaran Khilafah dengan memberikan persepsi buruk terus dilakukan, anti kebhinnekaan, pemecah belah persatuan, perusak tatanan beragama, memunculkan konflik horisontal, menzalimi minoritas dan lain-lain.

Beragam narasi perang melawan radikalisme menyasar ke semua arah bahkan sampai kadar penyesatan supaya rakyat menyetujui hilangnya materi jihad dan Khilafah dalam dunia pendidikan. Khilafah diibaratkan kanker yang mematikan sebab tidak mau sejalan dengan kebijakan barat. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair pernah mengatakan “Islam sebagai ideologi setan (evil ideology).” Pernyataan tersebut seperti gayung bersambut dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenag.

Menteri Agama (Menag) Fahrul Rozi menyatakan pihaknya telah menghapus konten-konten terkait ajaran radikal dalam 155 buku pelajaran agama Islam. Menurutnya penghapusan konten radikal merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama. Moderasi beragama harus di bangun dari sekolah, ratusan judul buku yang direvisi berasal dari lima mata pelajaran yaitu akidah akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, Alquran dan Hadist, serta bahas arab, tandasnya. CNN.Indonesia (2 Juli 2020).

Pelegalan hilangnya ketaatan umat Islam oleh negara harus dilawan dengan mewujudkan Syariah dan Khilafah, Khilafah adalah kunci menghilangkan kezaliman. Tujuan Khilafah sangat jelas yaitu melaksanakan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan rakyat, merealisasikan kemaslahatan dengan taat secara total pada Syariat.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Tidak patut bagi Mukmin dan Mukminat, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (lain) tentang urusan mereka. Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah tersesat secara nyata”
(TQS al-Ahzab [33]: 36)

Wallahu a’lam bis swab.

 

[LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis