Rusaknya Pergaulan, Mengikis Masa Depan

Oleh: Rusdah

(Aktivis Dakwah dan Pemerhati Remaja)

 

LensaMediaNews— Kejamnya kehidupan ini telah merusak seluruh tatanan kehidupan masyarakat, mulai dari perekonomian, sistem sosial, pendidikan, hingga moral anak bangsa. Sistem kapitalis memaksa orang-orang yang ingin mencari sesuap nasi untuk menggunakan berbagai cara demi mendapatkan sepeser uang. Tak terkecuali bagi para remaja di Kalimantan Selatan yang berjuang sendirian untuk mencukupi kehidupannya melalui cara yang salah yaitu bergelut dalam bisnis lendir. Mereka rela mengorbankan harga dirinya demi mengumpulkan puing-puing rupiah dalam sekejap.

 

Mengenakan pakaian minim, memiliki perilaku tak senonoh, bergaul dengan orang-orang yang menjerumuskan ke jalan yang salah, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang diharamkan agama bukanlah pemandangan yang tabu saat ini. Banyak generasi bangsa yang kini masa depannya hancur akibat pergaulan yang salah. Sebut saja Rose yang baru berusia 17 tahun. Ia ditawari oleh seorang mucikari untuk menggeluti bisnis lendir ketika menjadi penjaga warung jablay di salah satu daerah Liang Anggang. Sejak SMP Rose sudah terjerumus dalam pergaulan yang liar. Disebutkan bahwa Rose bisa mengantongi uang sekitar Rp400.000,00 – Rp700.000,00 dalam satu kali kencan. Tak juah berbeda dengan Rose, Anggun yang juga masih berusia belia harus merasakan dinginnya malam dan kejamnya kehidupan. Memasuki masa SMA, dia ditawari oleh teman laki-lakinya untuk memasuki bisnis lendir. Dia menjajakan diri melalui aplikasi dan mampu mengantongi uang sekitar Rp1 juta dalam sehari (kalsel.prokal.co 23/12/2019).

 

Rose dan Anggun hanya gambaran kecil bagaimana rusaknya moral dan minimnya keimanan dari generasi bangsa ini. Faktor ekonomi merupakan dorongan utama yang membuat mereka nekat menjadi pekerja seks meskipun berbagai ketakutan melanda dirinya. Sebab, pekerjaan yang mereka geluti memiliki risiko yang tinggi, mulai dari kena razia Satpol PP, masa depannya akan suram, hingga terjangkitnya penyakit-penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan.

 

Maraknya dunia prostitusi yang menjerat remaja membuat geram Walikota Banjarmasin. Generasi penerus bangsa yang seharusnya dibimbing menjadi anak berprestasi dan mandiri, justru masuk dalam dunia hitam yang mengikis masa depan mereka. Sebagai walikota, Ibnu Sina tak tinggal diam, Beliau berkomitmen akan terus berupaya untuk memerangi aktivitas prostitusi terhadap remaja melalui Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPP2A) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). (kalsel.prokal.co, 23/12/2019).

 

Seorang psikolog, Rifkoh Ihdayati berpandangan bahwa penyebab terjadi kasus ini bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga karena lemahnya iman dan pemahaman mereka terhadap agama. Sebesar apapun godaan dan iming-iming yang diberikan, ketika para remaja tersebut memikirkan dampak dan dosa yang akan dibendung, tentu mereka tidak akan berani mengambil pekerjaan sebagai pekerja seks. Selain dibimbing menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri agar dapat memenuhi hidupnya, para remaja juga harus diberikan pemahaman agama yang kuat sehingga mampu membentengi dirinya dengan berbagai godaan yang ada di luar sana. (kalsel.prokal.co, 23/12/2019)

 

Sejak runtuhnya pemerintahan Islam pada tahun 1924 yang digantikan dengan sistem kapitalis, kondisi masyarakat menjadi terpuruk dan menderita. Tingkat kemiskinan terus meningkat, pengangguran tak terbendung, pergaulan bebas merajalela, masyarakat muslim disiksa, dan para ulama dipersekusi. Bangsa tidak akan mampu bangkit dan melahirkan generasi-generasi gemilang dengan sistem yang berasaskan manfaat. Kebebasan yang dipelopori oleh kaum barat nyatanya memberikan ruang untuk semakin merusak generasi bangsa dan membawa mereka ke jurang kenestapaan.

 

Kebangkitan suatu bangsa akan ditentukan oleh pemikiran generasi mudanya. Jika bangsa itu melahirkan generasi yang bobrok moralnya, rusak keimanannya, pendek pemikirannya. Yakinlah bahwa bangsa tersebut akan sulit untuk menuju masa keemasan. Sebab aturan Allah SWT Sang Maha Kuasa telah diabaikan, alam mereka rusak dan diambil sesuka hati. Maka janganlah marah ketika Allah murka dengan hambanya yang begitu membangga-banggakan aturan buatan manusia. Aturan dari makhluk yang lemah, terbatas dan diliputi dengan hawa nafsu belaka. Lantas masih maukah mempertahankan sistem yang telah nyata kerusakannya?

 

Sesuatu diciptakan tentu dilengkapi dengan pedomannya. Layaknya suatu barang yang diciptakan oleh manusia akan dilengkapi dengan buku pedoman berisikan tata cara penggunaan barang tersebut. Begitu pula manusia, Allah telah ciptakan manusia dan alam semesta beserta pedoman yang dapat membawanya menuju kebahagiaan. Kebahagiaan hakiki yang tidak diukur dengan materi. Semua aturan, solusi, dan pertanyaan akan terjawab melalui Al-Qur’an. Itulah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambaNya agar dapat kembali menuju kampung halamannya yaitu surga. [Hw/LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis