Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyosialisasikan program Sabilulungan Membangun Keluarga Sejahtera (Sabangsa) melalui Kampung Keluarga Berencana (KB). Program ini bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk untuk membantu keluarga menjadi lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. (Galamedianews.com, 15/07/2019).

Laju pertumbuhan penduduk dianggap menjadi persoalan. Padahal dalam Islam, pertumbuhan penduduk bukanlah ancaman melainkan potensi umat. Sebagaimana sabda nabi “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat”. [Shahih Riwayat Ahmad)

Adapun kekhawatiran dengan tingginya laju penduduk akan mempengaruhi kualitas keluarga dalam hal terancam pada kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, itu hanya terjadi dalam sistem saat ini yakni sistem kapitalisme yang gagal dalam mensejahterakan umat. Sebaliknya, semua itu itu tidak akan terjadi jika negara menerapkan seluruh syariah Islam secara sempurna dalam kehidupan bernegara.

Misalnya dengan penerapan sistem ekonomi Islam secara sempurna, akan menjamin kebutuhan dasar umat, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Semua kebutuhan dasar tersebut dijamin pemenuhannya oleh negara. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir dengan laju pertumbuhan penduduk karena semua kebutuhan dijamin pemenuhannya oleh negara dengan cuma-cuma.

Walhasil, untuk keluar dari jeratan kemiskinan , solusi yang dibutuhkan bukanlah program tambal sulam semisal pembangunan Kampung KB dan semacamnya. Solusi permasalahan negeri ini haruslah solusi yang menyelesaikan akar masalah yakni akibat penerapan kapitalisme. Oleh karena itu, solusinya adalah dengan membuang sistem batil itu dan menggantinya dengan penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai negara khilafah.

 

Enok Rumhayati

 

[LS/Ln]

Please follow and like us:

Tentang Penulis