Liwa dan Rayah Bukanlah Masalah

Munculnya dua atau salah satu dari bendera bertuliskan tauhid, masing-masing berlatar belakang hitam dan putih, belakangan ini selalu menuai kontroversi.

Kasus terakhir adalah pengibaran dua bendera tersebut oleh siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi. Mengetahui hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun meminta agar pengibaran bendera tauhid itu diinvestigasi dan mengimbau masyarakat untuk hati-hati. Kalau menurutnya atribut ini identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dibubarkan pemerintah (Jakarta- newsdetik.com, 22/07/19).

Untuk kesekian kalinya, bendera yang berlukiskan kalimat tauhid menjadi masalah bagi segelintir manusia. Mereka masih saja menganggap bahwa bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu adalah simbol milik suatu golongan tertentu. Padahal bendera tauhid sebenarnya adalah milik umat yang mengakui bahwa Islam adalah agamanya.

Karena dengan bendera itulah Rasulullah dan para sahabat berjuang mempertahankan kemuliaan Islam. Jatuhnya Liwa ataupun Rayah, jatuhlah wibawa Islam.Namun saat ini masih saja ada yang alergi, bahkan membenci bendera ini. Menganggap bahwa orang yang mengibarkan bendera tauhid adalah orang yang radikal, pemecah belah NKRI, anti Pancasila, dan HTI.

Meskipun yang gencar memperkenalkannya pada umat adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), tapi bukan berarti bendera tauhid adalah milik HTI.

Para penguasa memang sudah benar-benar semakin menunjukkan kebenciannya terhadap Islam, melalui pelarangan simbol-simbol Islam.

Jelas saja. Yang mengibarkan bendera tauhid diinvestigasi, sedangkan yang mengibarkan bendera pelangi malah diapresiasi. Tidak seharusnya ada tindakan investigasi bagi para pengibar bendera tauhid. Dan tidak seharusnya mereka menilai bahwa pengibaran bendera tauhid adalah momok yang menakutkan bagi negara.

Inilah akibatnya jika kita sebagai umat Islam, masih hidup di dalam sistem yang tidak menerapkan aturan Islam. Maka sudah sepatutnya kita membuang sistem yang buruk ini dan menggantinya dengan sistem yang memuliakan simbol-simbol kebanggaan Islam, yaitu sistem pemerintahan Islam.

 

Nurmala Sari
Batubara, Sumatera Utara

 

[LS/Ah]

Please follow and like us:

Tentang Penulis