Lagi, Kekerasan Seksual pada Anak

Miris dan sungguh menyayat hati. Ayah yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anaknya, justru menjadi monster yang menakutkan. Merenggut kesucian anak sendiri. Dan ini sudah berlangsung 7 tahun lamanya. Diberitakan bahwa dua gadis kakak beradik menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya, yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri di Samarinda, Kalimantan Timur (Tribunnews.com, 07/05/2019).

Orang tua yang seharusnya menjadi tameng bagi anak-anaknya untuk terhindar dari bahaya, kini tak ada lagi jaminan. Jika sudah seperti ini, ke mana lagi anak harus kembali dan beristirahat? Sementara rumahnya sendiri tak aman lagi baginya.

Fenomena kekerasan seksual anak yang tak kunjung selesai bahkan semakin meningkat, menunjukkan bahwa negara telah gagal dalam menjamin rasa aman dan perlindungan terhadap anak. Bahkan terkesan telah melakukan pembiaran munculnya kekerasan seksual di sekitar anak.

Tak adanya ketakwaan individu dan maraknya sarana yang mengantarkan pada perbuatan bejat ini, seperti tayangan pornografi dan pornoaksi, membuat tindakan ini semakin menjadi-jadi. Ini adalah tanggung jawab negara untuk menghilangkan sarana tersebut.

Negara wajib menciptakan suasana ketakwaan terhadap individu dan masyarakat. Menjadikan mereka manusia yang bertakwa dan memahami agama dan sistem pergaulan. Serta menerapkan aturan-aturan dan hukum yang tegas bagi pelaku untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual secara tuntas, yaitu dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah.

 

Hamsina Halik
Mamuju, Sulawesi Barat

[LS/Ah]

Please follow and like us:

Tentang Penulis