Miris, Remaja Kebablasan Eksis

Oleh : Indah Ummu Izzah

 

LensaMediaNews- Sebuah video berisikan aksi sejumlah anak laki-laki bermain senjata tajam di jalan raya menjadi viral di media sosial Instagram. Dalam video itu terlihat sejumlah remaja laki-laki berkendara di jalan raya, tanpa kelengkapan helm. Anak laki-laki itu tampak menggenggam senjata tajam celurit di tangan kanan dan kirinya. Sesekali ia bermain dengan celurit itu dengan diangkat dan melayangkan ke arah mobil yang melintas. Menurut pihak kepolisian, aksi yang dapat membahayakan tersebut dilakukan untuk sekedar eksis dalam aplikasi Tik Tok (Tribunwow.com, 06/04/2019).

 

Terpapar Aplikasi Amoral

Di zaman digital ini, smartphone seakan menjadi suatu benda yang sangat penting keberadaannya. Betapa tidak, dengan benda ini hampir semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi. Mulai dari makanan sampai menjalin hubungan sosial dengan orang lain.

Smartphone juga menyajikan berbagai macam aplikasi di dalamnya. Hanya saja, ada begitu banyak aplikasi yang dapat menjerat remaja ke dalam aktivitas yang sia-sia bahkan mendatangkan kemudaratan. Banyak kasus remaja meregang nyawa setelah mengikuti aktivitas menantang semacam Momo Challenge. Terjerat ke dalam pergaulan bebas yang berawal dari kebiasaan mengupload gambar dan video singkat melalui aplikasi semisal Tik Tok dan Like.

Itulah wajah generasi remaja yang saat ini sudah terpapar ganasnya aplikasi amoral dalam smartphone. Banyak berseliweran status lebay yang menyia-nyiakan waktu, pamer aurat, bahkan tak segan-segan mempertontonkan kemesraan bersama lawan jenis. Naudzubillah min dzalik.

Jika kita teliti lebih jauh, maka ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, mudahnya akses terhadap penggunaan smartphone. Dengan menjamurnya berbagai jenis dan merek smartphone serta harga yang terjangkau. Menyebabkan siapa saja mampu untuk memilikinya. Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua turut andil dalam hal ini. Bahkan banyak orang tua yang merasa bangga jika anaknya mampu untuk eksis dan mahir dalam menggunakan smartphone. Sehingga banyak orang tua yang tidak memberikan batasan penggunaan smartphone pada anak-anaknya.

Kedua, sistem pendidikan yang berbasis internet. Banyak sekolah yang memberikan pembelajaran dengan basis internet. Contohnya, ketika siswa harus mengerjakan tugas melalui akses internet. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu mudahnya akses siswa terhadap internet. Dan smartphone yang menjadi pilihan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Ketiga, tidak adanya pembatasan dan pengawasan negara terhadap kemudahan memperoleh smartphone dan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya. Sehingga tidak ada filter atau penyaring yang dapat menjaga generasi remaja dari kerusakan-kerusakan aplikasi amoral yang saat ini berseliweran dalam sebuah smartphone.

 

Remaja Muslim, Eksis Berpahala

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak – anak  menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, Elizabeth B. 1999 : 206).  Dalam masa ini, remaja akan mengalami gejolak yang berapi-api terhadap berbagai hal, perubahan hormon yang menyebabkan perasaan campur aduk. Sehingga ketika di usia ini mereka senang dengan belajar, maka ia akan bersemangat memgejar prestasi di sekolah. Jika ia mulai tertarik dengan lawan jenis, maka ia akan mudah terjerat ke dalam pergaulan bebas dan mencoba segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Demikian pula jika ia mulai senang bergaul, maka ia akan selalu mencoba untuk eksis agar lingkungannya menerimanya. Menyebabkan mereka berani mencoba hal-hal yang akan mendukung eksistensinya.

Namun, gejolak pada remaja ini bisa dibendung dan diarahkan dengan baik. Islam telah mengajarkan untuk memperkenalkan adab dan akhlak yang baik sedini mungkin. Membangun akidah yang kuat dan membentuk kepribadian Islamnya. Orangtua harus menjadi contoh penerapan syariat Islam di dalam rumah. Sehingga anak-anak terbiasa mengedepankan halal-haram dalam setiap aktivitasnya.

Bercermin kepada bagaimana Rasulullah mendidik para sahabatnya yang muda belia. Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Al awwam, dan Mush’ab bin Umair di usianya yang masih muda belia sudah menorehkan sejarah perjuangan demi tegaknya dinul Islam.

Demikian pula generasi setelahnya. Imam Syafei, di usia belia sudah mampu menghafal Alquran dan ribuan hadits. Muhammad Al Fatih, menjadi pemimpin pasukan menaklukkan Konstantinopel. Sungguh sebuah prestasi yang luar biasa. Demikianlah Islam telah mengajarkan bagaimana mendidik generasi usia muda atau remaja. Mengarahkan mereka untuk eksis di tengah-tengah masyarakat, namun dalam koridor yang ditetapkan oleh Rabb Semesta Alam yaitu syariat Islam.

Wallahu a’lam bishshawab.

[LS/Ah]

Please follow and like us: