Benarkah Islam Agama Intoleran?

Isu intoleran kembali digaungkan, hal ini berawal dari beredarnya video kasus seragam berkerudung di SMK 2 Padang. Kasus kontroversi seragam muslimah ini bukanlah yang pertama kalinya, masih banyak lagi deretan kasus yang mempersoalkan pakaian muslimah di ranah pendidikan.

Gayung bersambut. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim langsung merespon kasus ini dengan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaklumi bahkan akan memberi sanksi tegas kepada pihak sekolah yang melakukan pelanggaran atau pemaksaan pemakaian seragam yang mengidentitaskan agama tertentu, karena yang demikian merupakan tindakan intoleran menurutnya. Kasus ini pun menjadi amunisi bagi banyak pihak untuk mengangkat kembali isu intoleran.

Jika berbicara masalah intoleran, mengapa selalu syariat Islam yang diserang? Sebetulnya bagaimana toleransi dalam Islam?

Islam adalah agama toleran. Toleran dalam Islam tentu bukan dengan mencampuradukkan ajaran-Nya, tetapi dengan saling menghargai dan tidak memaksakan jika masalah tersebut berkaitan dengan masalah akidah. Islam memberlakukan syariatnya bagi seluruh rakyat, baik muslim maupun non-muslim yang berada di bawah naungan negara Islam.

Pun juga dengan masalah berpakaian, mereka diperbolehkan sesuai dengan agama mereka sebatas yang diperbolehkan syariat Islam, semisal pakaian agamawan mereka seperti yang dipakai oleh rahib dan pendeta boleh dipakai. Tetapi, selain dari itu di dalam kehidupan umum baik muslim maupun non-muslim mereka wajib menutup auratnya.

Jika demikian faktanya, maka benarkah Islam agama intoleran? Jika kata intoleran dituduhkan kepada ke agama Islam, sungguh yang demikian itu adalah tuduhan keji yang tidak pernah terbukti dan tidak berdasar.

Sungguh menyedihkan di negara yang mayoritas muslim, kerudung hanya sebatas pilihan, mau atau tidak mau untuk memakainya. Padahal jelas bahwa hijab atau kerudung adalah kewajiban syara yang dibebankan kepada seorang muslimah yang sudah baligh.

 

Dewi Sartika
(Konda, Konawe Selatan) 

 

[LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis