Di Balik Wacana Moderasi pada Generasi

Oleh: Farida
(Muslimah Peduli Generasi)

 

LenSaMediaNews.com__Moderasi beragama kembali digaungkan untuk para remaja, baik pelajar dan mahasiswa. Salah satunya lewat diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Santri Jawa Barat (FSJB) bersama Forum Penggerak Moderasi Beragama. Acara diadakan di kampus Universitas Bale Bandung. Dihadiri sekitar 300 orang pelajar dan mahasiswa dari berbagai layar belakang komunitas yang berada di kabupaten Bandung, pada hari selasa, 19 Maret 2024.

Dengan mengambil tema: “Penguatan Moderasi Beragama sebagai Komitmen Menjaga Kerukunan, Toleransi dan Nilai Luhur Kebangsaan.” Dalam rangka menyoroti hal penting, sebagai landasan menjaga keharmonisan antar pemeluk beragama.

Dalam diskusi tersebut dipaparkan bahwa dalam dasar negara kita membahas keberagaman budaya dan agama, sehingga dalam muatan pelajaran agama membahas mengenai unsur-unsur moderasi beragama. Karena awal mula pemikiran ekstrem dimulai dari lingkungan pendidikan, sehingga perlu adanya pengenalan dan penekanan moderasi beragama bagi pelajar.

Moderasi itu sendiri diartikan sikap mengurangi kekerasan ekstrem dalam praktik beragama dan mengurangi perilaku radikal dalam kehidupan. Sehingga hal ini akan memberi ruang bagi peserta untuk saling memahami perbedaan pandangan serta mencari solusi untuk meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat (GalamediaNews.com, 19-03-2024).

Sejatinya, pengenalan dan penekanan moderasi beragama merupakan bagian dari agenda global Barat untuk merusak Islam. Dimulai dari dalam diri kaum Muslim itu sendiri, terutama generasi muda. Mereka dicekoki dengan pemikiran salah dan sangat menyesatkan.

Hal ini merupakan agenda sistematis dalam upaya mengaburkan ajaran Islam, serta memberi stigma negatif dengan label radikalisme. Muara dari semua itu hanya untuk membendung kebangkitan umat terhadap Islam yang sebenarnya. Para pengusung pemikiran ini berpendapat bahwa moderasi beragama menjadi obat mujarab untuk menangkal Islam radikal. Islam moderat yang dirumuskan para pengusungnya berada di tengah-tengah antara Islam liberal dan Islam radikal (serba kaku).

Hukum yang ditetapkan berdasarkan kesesuaian dengan sistem yang diterapkan sekarang yaitu kapitalisme-sekuler. Mereka beranggapan untuk mencegah agar generasi tidak mudah terpengaruh pemahaman radikal, maka solusinya dengan diadakan pengenalan moderasi, sehingga keutuhan umat beragama terjaga.

Padahal moderasi beragama ini banyak menyebabkan ke-mudharatan bagi generasi. Di antaranya dapat menyebabkan pendangkalan akidah, sehingga meragukan pada agamanya sendiri. Padahal Islam merupakan satu-satunya agama yang benar.

Sehingga makin tertancap kuatlah paham sekuler-liberal, untuk tidak menjadikan agama sebagai pedoman hidup. Pemikiran liberal inilah yang menjadi landasan untuk bebas bertingkah laku dan berbuat sekehendak hati, tanpa ada batasan.

Telah terbukti nyata ke-mudhorotan dari moderasi beragama, namun masih terus digaungkan dalam semua sektor. Inilah agenda global dalam upaya untuk membendung kebangkitan Islam. Para pembenci Islam sangat meyakini jika umat Muslim kembali pada ajarannya dengan benar, maka kebangkitan Islam akan segera menghancurkan peradaban kufur Barat yang sedang rapuh.

Kekuatan besar umat Islam terletak pada sistem pemerintahannya. Yakni dengan tegaknya Khil4fah untuk menyatukan negeri kaum Muslim di bawah satu komando, serta melindungi generasi dan agamanya. Penguasanya akan melindungi jiwa dan akidah umat, sehingga martabat dan kemuliaan dijunjung tinggi. Dunia akan dipimpin peradaban luhur. Manusia diperlakukan sebagai entitas yang wajib terpelihara akidah, jiwa, dan kesejahteraannya.

Untuk saat ini, generasi umat harus dikuatkan akidahnya, sehingga tertancap keimanan yang kokoh. Perlu juga ditekankan bahwa syariat Islam merupakan pedoman kehidupan yang akan membawa kebaikan bagi dunia dan akhirat. Dengan akidah Islam pula akan lahir generasi tangguh yang berkepribadian Islam.

Karenanya sudah selayaknya kaum Muslim menolak pemikiran moderasi beragama yang sengaja terus diaruskan oleh pihak Barat untuk menghadang bangkitnya Islam kaffah.

Wallahu a’lam bishawwab. [LM/Ss]

Please follow and like us:

Tentang Penulis