Lahir, Hidup, Mati, Semua Berbayar

Lensa Media News–Dua jenazah yang sempat bermukim di Rumah Singgah Baraya Ojol Bandung Selatan (BOBS) Peduli diketahui mengalami penahanan dalam proses pemakamannya. Keduanya sempat masih ditempatkan di mushala Jalan Kiastramanggala No. 9, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Menurut pihak Yayasan kedua jenazah telah tinggal di Rumah Singgah BOBS Peduli sejak dua bulan yang lalu dan memiliki riwayat penyakit berat. Dari keterangan pihak Yayasan juga mengatakan tertahannya jenazah dikarenakan terbentur biaya pemakaman. Diketahui biaya pemakaman mengambil sekitar Rp 1.5 juta sampai Rp 2 juta rupiah (Detik.com, 29/9 2023).

 

Demikian potret sistem kapitalis-sekuler yang diterapkan saat ini. Sejak seorang manusia terlahir hingga penguburan jenazahnya pun tetap tidak terlepas dari jeratan uang. Sebagaimana kalimat, ‘tidak ada makan siang gratis’. Sudahlah kehidupan mencekik leher-leher rakyat dengan kencang hingga membuat rakyat benar-benar harus banting-tulang, kerja keras, demi rupiah untuk menyambung hidup. Ketika kematian menjemput pun si mayit tidak dibiarkan dikuburkan dengan segera tanpa adanya syarat yang masih harus terpenuhi.

 

Ingatlah kembali proses pemakaman Baginda Rasulullah Saw. Beliau Saw., ditahan pemakamannya hanya sebatas 3 hari 2 malam. Ini pun terjadi dikarenakan Beliau Saw. yang berposisi sebagai pemimpin wafat, maka penggantinya harus segera dicari. Itulah kenapa pemakaman Beliau Saw. sempat tertahan. Sedang untuk memakamkan seorang rakyat tidak mungkin bisa tertahan hingga berhari-hari hanya karena belum terpenuhinya biaya administrasi pemakaman. Dalam sistem Islam Kaffah , pasti Khalifah akan mengurus segala kebutuhan masyarakat sejak kelahiran hingga kematian menjemput. Tanpa pungutan biaya seperti sistem saat ini. Khalifah akan mengatur sumber daya alam (SDA) untuk dikembalikan lagi pada rakyat. Waullahu’alam. Danis Nursani,Bojongsoang. [LM/IF/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis