Kemanakah Arah Perjuangan Taliban?

Oleh: Ummu Khielba (Pegiat Literasi Ideologis)

 

Lensamedia.com– Masuknya Taliban ke dalam negosiasi dengan Amerika dan para anteknya di rezim Afghanistan merupakan kesalahan besar. Sebab, kaum kafir imperialis itu hanya bernegosiasi untuk mencapai kepentingan mereka. Kenapa terjadi negosiasi?

Pertama: Kemunculan Cina sebagai kekuatan militer dan ekonomi di abad ini mengancam kepentingan Amerika. Orientasi Amerika terhadap Cina telah menjadi prioritas. Dalam pidato tanggal 7 Agustus 2021, Joe Biden berkata, “Bahaya itu telah menjadi berada di luar Afghanistan, sehingga yang menjadi prioritas sekarang adalah persaingan strategis dengan Cina.”

Kedua: Kerugian yang ditanggung oleh Amerika selama pendudukannya di Afghanistan. Lebih dari 2.400 tentara Amerika tewas di Afghanistan (bbcnews.com, 29/02/2020). Semua ini menunjukkan bahwa Amerika keluar dari Afghanistan dengan membawa kekalahan.

Tampaknya, sebagian umat Islam yang tidak memahami dengan benar situasi politik di Afganistan, justru menyambut senang kemenangan Taliban di sana. Telah bocor laporan intelijen AS yang memperkirakan bahwa Kabul bisa diserang dalam beberapa pekan dan pemerintah Afganistan bisa runtuh dalam 90 hari. Taliban mengklaim telah merebut kota terbesar kedua di Afganistan yaitu Kandahar (bbc.com, 13/8/2021).

Sudah jelas sekali kemana arah perjuangan Taliban yang terperangkap dengan perundingan politik pragmatis yang berujung pada intervensi. Taliban justru dijadikan sebagai alat untuk memuluskan kepentingan Amerika di Timur Tengah.

Seharusnya Taliban mencontoh metode perjuangan Rasulullah SAW. dalam menegakkan negara Islam. Metode tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan, (1) pengkaderan, (2) interaksi bersama umat, termasuk di dalamnya mencari dukungan dan pertolongan, dan (3) penerimaan kekuasaan dari pemilik kekuasaan. Inilah sunah Nabi SAW. yang beliau contohkan saat mendirikan negara Islam di Madinah.

Semestinya Taliban memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah SWT., “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnyakepada-Nyalahkamu akan dikumpulkan” (QS. Al-Anfal: 24).

Perjuangan Taliban saat ini tidak bisa dijadikan role model penegakan Islam kafah selama masih melakukan perundingan dengan pihak imperialis. Kekuatan Islam akan menjadi kekuatan superpower jika mengikuti manhaj nabi dengan cara menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dan jihad sebagai bagian dari penegakkan Islam secara menyeluruh. Terbukti dari negeri Madinah yang kecil bisa menyebar ke seluruh wilayah Arab dan sekitarnya, bahkan ke belahan dunia yang lain. Insya Allah rahmatan lil ‘alamin akan terwujud.Walllahua’lam. [lnr]

Please follow and like us:

Tentang Penulis