Hijrah Hakiki Menuju Kemenangan Abadi

Oleh:Yuke Octavianty, SP.
( Komunitas Pejuang Pena Dakwah)

 

Lensamedianews.com-Secara harfiah, hijrah berarti perpindahan. Sedangkan secara istilah, hijrah berarti perpindahan atau pergerakan dari jalan yang buruk menuju jalan yang lebih baik. Pergerakan dari keadaan lemah menuju keadaan yang kuat. Hijrah dalam tonggak sejarah diabadikan dengan hijrahnya Rasulullah Saw. dari Makkah ke Madinah 1443 tahun silam. Inti dari hijrahnya Rasulullah adalah meninggalkan kejahiliyahan menuju kegemilangan. Lantas, apa makna hijrah pada saat ini? Terlebih di masa pandemi yang dialami hampir seluruh negeri di dunia.

Kondisi dunia kini sangat terpuruk. Kezaliman merata di seluruh negeri. Penguasa zalim berjamuran tak terkendali. Pandemi yang kini melanda, menambah rumit seluruh persoalan negeri. Rakyat merana, hilang arah. Tak tahu harus mengadu kemana. Karena negara tak lagi memiliki fungsi sebagai pelindung ummah. Negara hanya ada sebagai institusi yang tak memiliki kendali atas nasib rakyatnya.

Kezaliman para penguasa negeri semakin tampak. Nyawa rakyat tak bisa dijadikan prioritas pelayanan negara. Karena sistem kufur yang memaksa. Secara alamiah, sistem kufur pasti berujung pada kezaliman dan melahirkan kesengsaraan umat. Karena pengurusan suatu negara hanya disandarkan pada kepentingan segelintir orang saja. Bukan untuk mengurusi seluruh rakyat.

Jelas berbeda dengan sistem Islam yang berlandaskan syariat Islam. Sistem yang adil, berlandaskan aturan yang sahih dan jelas. Aturan yang diciptakan Allah Swt. Sang Pencipta. Tentu sudah pasti kebenarannya.

Cendekiawan muslim, Ustadz Ismail Yusanto, dalam talkshow “Hijrah Bareng-Bareng”, mengungkapkan bahwa satu-satunya penentu di hadapan Allah Swt. adalah keimanan dan ketakwaan seseorang (muslimahnews.com, 11/08/2021). Hijrah merupakan jalan untuk menyelamatkan iman dan takwa. Namun, jalannya tak mudah. Meskipun demikian keadaannya, seorang muslim tak boleh menyerah. Karena setiap kesulitan pasti diapit banyak kemudahan. Selama kita berjuang di jalan Allah.

Seperti dalam firman Allah Swt. dalam QS. Al-Insyiroh, yang artinya,
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah : 5-6)

Setiap rintangan yang dihadapi kaum muslim, pasti dapat dilalui karena Allah menganugerahkan kekuatan di setiap tantangan. Selama segala usaha dilakukan untuk menegakkan syariat Allah Swt.

Hijrah yang hakiki merupakan jalan menuju kemenangan yang abadi. Hijrah dari sistem kufur menuju sistem shahih, yaitu sistem Islam. Hasil dari hijrah hakiki pasti berupa kemenangan yang sempurna. Kemenangan dunia berupa sejahteranya kehidupan karena rahmat Allah yang tercurah dari langit dan bumi. Kemenangan di akhirat berupa surga yang dijanjikan kenikmatan yang tiada terkira. Segalanya hanya dapat dicapai dengan hijrah totalitas menuju Islam kafah. Islam yang metodenya diterapkan secara menyeluruh dalam setiap segi kehidupan. Baik kehidupan pribadi, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan Islam totalitas hanya dapat diterapkan dalam wadah yang shahih, yaitu struktur negara Khilafah manhaj An Nubuwwah. Struktur negara yang dicontohkan Rasulullah Saw. dalam mengarungi kehidupan. Wallahu a’lam bisshowwab. [LM/Mi]

Please follow and like us:

Tentang Penulis