Aseng Melenggang, Nasib Umat Melayang

Oleh: Yuke Octavianty
(Pegiat Literasi Dakwah)

 

Lensamedianews.com-Tsunami corona tengah terjadi di hampir sebagian besar wilayah negeri. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun diterapkan, mulai 3 -20 Juni 2021, dengan harapan dapat mengerem laju infeksi virus Covid yang semakin mengganas. Namun, fakta ironis terjadi di dalam negeri. Sebanyak 20 TKA (Tenaga Kerja Asing) dari Cina berdatangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maroa, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 (CNNIndonesia.com, 4/7/2021).

Dilansir dari kumparan.com (6/7/2021), para TKA adalah pesanan PT Smelter, perusahaan pengolahan nikel milik China, yang terletak di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Agus Winarto, mengatakan TKA tersebut belum mengantongi surat izin bekerja dari Dinas Ketenagakerjaan. Pihak imigrasi baru memberikan izin tinggal sementara (kumparan.com, 6/7/2021). Agus menambahkan, keberadaan TKA tersebut hanya uji coba. Tes kelayakan bekerja akan dilakukan pengujian. Jika layak akan dilanjutkan, namun jika tak layak, akan dipulangkan (kumparan.com, 6/7/2021).

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ismail Bachtiar, mendesak pemerintah untuk memulangkan para tenaga kerja asing tersebut dari Sulawesi Selatan (democrazy.id, 6/7/2021). Fakta ini sungguh melukai rakyat. Di satu sisi, rakyat dibatasi pergerakannya beserta segala aktivitas penafkahannya. Di sisi lain, pihak asing dengan “santai” nya memasuki wilayah negeri.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, pun ikut angkat bicara. Gatot meminta agar pemerintah tak pandang bulu dalam menerapkan PPKM Darurat (tempo.com, 6/7/2021).

Sikap “kucing-kucingan” antara pemerintah, rakyat dan WNA semakin jelas terlihat dan akhirnya tertangkap basah. Tampak gamblang. Pemegang kebijakan dan para penguasa hanya tunduk pada kehendak pengusaha. Yang notabene memegang kendali ekonomi negeri. Rakyat pun tak rela terus disakiti para pembuat kebijakan. Akhirnya rakyat pun memandang bahwa PPKM hanya kedok bagi para pengusaha. PPKM yang diberlakukan tidak untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya. Namun untuk mulusnya kepentingan para pengusaha dan investor.

Perbaikan sektor ekonomi menjadi fokus utama dalam menangani pandemi. Padahal nyawa rakyat menagih untuk dilayani. Pemerintah tak sedikit pun peduli. Asas dari sistem kapitalisme hanya materi. Seharusnya negara berperan dominan dalam menjaga setiap kebutuhan umat. Sistem kapitalisme tak bisa di-setting demikian. Karena sistem ini tak mampu. Sistem ini fasad secara metode. Yang tentunya, pasti melahirkan kebijakan yang rusak dan merusak. Self destructive. Wajar saja, kekacauan di segala bidang pasti terjadi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

شَرَعَ لَـكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّا لَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖۤ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰۤى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَ لَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِ ۗ كَبُـرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِ ۗ اَللّٰهُ يَجْتَبِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُ

“Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).”
(QS. Asy-Syura: 13).

Dalam sistem Islam, nasib rakyat adalah salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan negara. Fungsi utama negara sebagai pemelihara umat. Sempurnanya syariat Islam hanya dapat terlaksana dengan sistem Islam, satu-satunya sistem shahih yang Allah wajibkan atas seluruh makhluk-Nya. Sistem Islam dalam wadah Khilafah manhaj an Nubuwwah.

Islam pun tak sekadar agama. Tapi Islam adalah sistem yang di dalamnya terdapat aturan-aturan yang terpancar darinya sebuah akidah, yaitu akidah Islam. Dari sinilah, aturan Islam dapat dijadikan sandaran. Sandaran dalam mengatur seluruh masalah kehidupan, termasuk di dalamnya masalah pengaturan umat. Semua tindakan dilakukan berdasarkan asas iman dan takwa hanya pada Allah. Berkah dari langit dan bumi pun tercurah. MaasyaAllah. Wallahu a’lam bisshowwab. [LM/Mi]

Please follow and like us:

Tentang Penulis