“Hangout” Ala Muslimah Remaja “Smart With Islam” Probolinggo : “Remember 3rd March 1924”

Oleh : Juhairiyah

(Member Smart With Islam Probolinggo)

 

Reportase– Ahad, 15 Maret 2020, Smart with Islam (SWI) Probolinggo mengadakan acara santai namun tetap berisi yaitu Hangout ala Muslimah dengan tema “Remember 3rd March 1924″. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30-an peserta yang berasal dari berbagai kecamatan, yaitu Pajarakan, Maron, Gending, Tiris, dan Banyuanyar. Acara yang seru dan berkah ini digelar di halaman rumah Kak Meivi tepatnya di Kecamatan Banyuanyar.

Kak Ria selaku ketua pelaksana beserta segenap panitia merancang acara ini secara matang agar terlaksana dengan baik, penuh berkah, menarik, dan asyik, dengan harapan peserta dapat menerima transfer ilmu dalam majelis ini. Berbeda dengan edisi sebelumnya, acara kali ini spesial digelar out door di bawah rindangnya pepohonan dan hembusan angin sepoi-sepoi.

Para peserta mulai berdatangan sejak pukul 08.30, disambut hangat oleh panitia. Lalu Kak Eka selaku MC membuka acara ini. Para peserta dikenalkan dengan yel-yel penyemangat untuk menambah hangat suasana. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran surat An Nur ayat 55 oleh kak Aira. Berikutnya masuk pada acara inti, penyampaian materi oleh Ustadzah Adibah.

Penyampaian materi oleh Ustadzah Adibah begitu apik dan bersemangat. Sebagaimana tema yang diangkat bahwa “Remember 3rd March 1924“, adalah hari dimana umat Muslim dirundung duka. Dimulainya penderitaan kaum muslimin seluruh dunia. Hal ini disebabkan runtuhnya institusi negara kekhilafahan Islam di Turki oleh Mustofa Kemal Ataturk laknatullah.

Dengan membawa alat peraga “sapu lidi” Ustadzah Adibah begitu berapi-api dalam menjelaskan materi masa kelam kaum muslimin, dimulai saat runtuhnya kekhilafahan 3 Maret 1924. Umat Muslim akan susah ditaklukkan bila bersatu, dan bersatunya kaum Muslimin adalah saat kekhilafahan itu tegak. Sama halnya sapu lidi tadi bila diikat menjadi satu, sekuat apapun akan susah untuk dipatahkan bila jumlahnya banyak, itulah sekelumit kutipan dari ustadzah Adibah tentang awal mula runtuhnya kejayaan Islam pada para remaja Muslimah.

Setelah Ustadzah Adibah tuntas menyampaikan materinya, acara diselingi dengan games yang dipandu oleh Kak Eka. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Ada 2 games yang dimainkan yaitu transfer tali dan transfer karet.

Dimulai dari titik start karet dipindahkan dari peserta yang satu ke peserta yang lain dengan tangan dikepal di belakang. Lidi digigit ujungnya, karet diletakkan di ujung yang lain kemudian dipindah ke peserta lainnya begitu seterusnya hingga titik finish.

Di titik finish sudah disiapkan Ar-Royah yang diperebutkan oleh masing-masing kelompok. Permainan ini cukup menguras energi, menguji konsentrasi, dan menambah keceriaan serta semangat peserta. Pelajaran yang bisa diambil adalah siapapun kelompoknya, apapun masalahnya, dan bagaimanapun upayanya tetap yang diperjuangkan adalah tegaknya daulah Khilafah.

Setelah peserta kembali fresh, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab agar semakin memahami materi “Remember 3rd March 1924“. Para peserta yang terpilih mendapatkan door prize menarik dari panitia.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadzah Aisyah. Memohon kepada Allah untuk diampuni dosa, digolongkan sebagai orang-orang yang masuk surga, diberi keselamatan dunia akhirat dan dengan harapan dapat menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Wallahua’lam bi ash shawab.

 

[hw/LM]