Subsidi Pupuk Dicabut, Petani Semakin Semrawut

Ada postingan yang mengatakan subsidi pupuk hanya akan memanjakan petani. Sudah dipikir masak-masakkah sebelum berkata? Apa Anda tidak pernah mendengar keluhan para petani. Sungguh aku merasa terusik dengan hal itu. Kalau dipikir memberikan subsidi pupuk pada petani itu merupakan hal yang merugikan, bagaimana dengan koruptor yang bisa menikmati fasilitas hidup yang serba nyaman.

 

Kalau dibilang, “Percuma sudah dikasih subsidi juga nggak bisa mendongkrak hasil yang signifikan.” itu pun juga harus difikirkan ulang. Coba ayo kita renungkan bersama. Keberhasilan panen itu tidak cuma tergantung pada sedikit atau banyaknya pemupukan. Tapi juga erat hubungannya dengan keadaan alam. Bisa saja gagal panen karena kena banjir, atau mungkin kurang air atau juga karena hama yang menyerang. Kalau sudah seperti itu apa lantas mengambil solusi menghentikan subsidi pupuk?

 

Kok seakan-akan memberikan subsidi seperti hal yang sangat membahayakan, melebihi bahayanya virus corona hingga anggota dewan mengatakan mendesak untuk segara menghentikannya. Kalau masalahnya tentang pembagian pupuk yang tidak tepat waktu hingga masa tanam pupuk belum bisa sampai pada konsumen, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mencabut subsidi. Kan kesalahan terletak pada pendistribusian barang, bukan di masalah subsidi. Yang harusnya dapat teguran itu pihak yang mendistribuskan. Jadi janggal saja kalau subsidi dibilang hanya akan memanjakan petani.

 

Lagi pula tugas wakil rakyat itu kan memang mengurus kepentingan rakyat. Bukan mencari celah hal apa yang sekiranya bisa dipangkas dari rakyat. Jadi ingat cuplikan syair lagu Iwan Fals.

Di sana di gedung DPR
Di hati dan Lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar dan sampaikan
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur Waktu sidang soal rakyat
Hanya tahu nyanyian lagu” 

 

Rakyat sudah cukup menderita. Dengan kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok yang memang urgen. Jangan di tambah lagi dengan hal-hal yang bisa membuat kami semakin tak berdaya. Kami sangat berharap kepada para wakil rakyat untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Wallahu’alam bishowab. [Hw/LM]

 

Oleh: Sri Haryati

Komunitas Muslimah Menulis Ideologis

 

Please follow and like us:

Tentang Penulis