Ramadhan, Jalan Taqarrub Kepada Allah

Oleh: Khaeriyah Nasruddin*

 

“Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramdhan, tentulah mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Huzaimah)

Ramadhan merupakan tamu agung yang ditunggu oleh segenap umat muslim. Kedatangannya membawa berjuta kemuliaan. Allah mengobral pahala sebanyak-banyaknya dan itu kesempatan bagi kaum muslim mendapatkannya. Inilah bulan yang dikatakan lebih baik dari seribu bulan. Banyak doa dipanjatkan agar dipertemukan dengannya, persiapan dilakukan jauh hari, persiapan diri, persiapan ilmu dan target-target yang siap dibidik. Maka dipanjangkannya umur hingga menemuinya pada hari pertama kedatangannya adalah kesyukuran.

Ramadhan merupakan bulan istimewa, pahala dilipatgandakan bagi orang yang beribadah dengan ikhlas kepada-Nya. Salat sunnah ditegakkan, malam dihidupkan dengan ibadah, suara dari pembacaan ayat Qur’an terdengar setiap waktu, masjid diramaikan hingga pada tayangan televisi berubah religius. Kehidupan mendadak bernuansa islami.

Ramadhan menjadi jalan untuk bertaqarrub kepada Allah. Kata taqarrub ilallah berasal dari akar kata qaruba artinya dekat, adapun kata taqarrub dalam bahasa Arab berarti mendekat. Jadi Taqarrub ilallah berarti mendekatkan diri kepada Allah. Mendekatnya seorang hamba kepada Tuhannya adalah hal yang disukai oleh Allah.

“Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari.” (HR. Bukhari)

Namun pertanyaannya, apakah ramadhan hanya disibukkan oleh perubahan individu secara parsial? Mengubah diri menjadi lebih religius, atau mengubah suasana yang tidak islami menjadi islami pada bulan tertentu (baca: ramadhan)? Jawabannya tentu saja tidak.

Taqarrub illalah tidak hanya sebatas mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah ritual, seperti melaksanakan salat, berpuasa, berdzikir, menjalankan ibadah haji dan sebagainya. Sementara pelaksanaan ajaran Islam dalam bentuk interaksi sesama manusia, sebut saja menegakkan syariah dan menjalankan pemerintahan Islam dinilai bukan bentuk taqarrub kepada Allah. Padahal semua aktivitas ini sama mendekatkan diri kepada Allah.

Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa, mengakatan, “adalah suatu kewajiban menjalankan kepemimpinan (imarah) sebagai bagian dari agama dan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab mendekatkan diri kepada Allah dalam urusan kepemimpinan dengan jalan mentaati Allah dan Rasul-Nya termasuk taqarrub yang paling utama. Yang merusak kepemimpinan tiada lain karena kebanyakan manusia hanya mencari jabatan dan harta benda dengan kepemimpinan itu.”

Berdasarkan perkataan Ibnu Taimiyah dapat dilihat bahwa menerapkan hukum-hukum Islam secara sempurna merupakan hal terpenting. Dan penerapan Islam secara sempurna tidak bisa dilaksanakan tanpa adanya sistem pemerintahan Islam (khilafah). Terlebih melihat realitas umat Islam hari ini yang sedang berada dalam cengkeraman penjajahan sekularisme, kehidupan agama dipisahkan dari hidup mereka sementara Islam merupakan agama yang bisa menyentuh segala lini kehidupan manusia.

Di samping itu, banyak hukum-hukum Islam terabaikan dan tidak bisa dijalankan. Ayat tentang salat, zakat atau puasa seperti dalam surah Al-Baqarah: 42-43, Al-Baqarah: 183 diambil namun dalam surah yang sama seperti Al-Baqarah: 178-179 tidak diambil, padahal Allah meminta untuk masuk ke dalam Islam secara sempurna.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Oleh karena itu, khilafah menjadi kunci utama untuk taqarrub kepada Allah, karena hanya dengan kehadirannya aktivitas penerapan Islam, hukum-hukum Islam dapat terlaksana dengan baik. Allah telah memberikan kesempatan emas kepada kita untuk mendapati bulan ramadhan, maka jangan siakan kesempatan ini. Di bulan penuh mulia ini mari kita lebih meningkatkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, melawan hawa nafsu, mendakwahkan Islam dan paling penting berjuang untuk menegakkan dinul Islam secara sempurna. [RA/WuD]

*Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Pinrang. Tercatat sebagai mahasiswi Universitas Islam Alauddin Makassar

Please follow and like us:

Tentang Penulis