Pelemahan Profil Remaja di Era Sekulerisme

Oleh : Riri Rikeu

 

Lensa Media News – Kasus salah satu siswa di Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang kontraksi saat kegiatan mengajar harusnya mendapat perhatian yang lebih besar dari berbagai komponen masyarakat. Kejadian tersebut menjadi salah satu potret buram pergaulan bebas remaja saat ini. Bahkan, Sindonews.com (11/02/2022) memuat berita ada 3 kota dengan jumlah pelajar hamil diluar nikah terbanyak. Ketiga kota tersebut adalah Tanggerang Selatan, Jogjakarta, dan Madiun. Meskipun begitu, angka kehamilan diluar nikah bisa saja tinggi tidak hanya di 3 kota tersebut tapi juga di daerah lainnya jika ditelusuri lebih seksama. 

Jika direnungkan, sebenarnya ada apa dengan profil remaja saat ini? Tampaknya, banyak hal yang semerawut diberbagai level. Mulai dari level ketakwaan individu, pendidikan keluarga, kontrol masyarakat bahkan sistem negara. Dalam tahap ketakwaan individu, ide kebebasan sangat kental sehingga perbuatan yang diharamkan Allah pun dilakukan. Keimanan individu menjadi pilar utama untuk mengontrol perilaku, itu artinya sangat penting sekali untuk memastikan bahwa akidah Islam telah menancap kuat dalam diri individu. Sehingga godaan yang sangat masif diluar bisa ditahan dengan adanya keimanan. 

Dalam tahap keluarga, telah diketahui bersama bahwa institusi pertama untuk pendidikan anak ini telah lama dilemahkan. Keluarga dilemahkan oleh pandangan kesetaraan gender. Peran laki-laki dan perempuan dikacaukan. Materi menjadi ukuran produktif atau tidaknya anggota keluarga. Sehingga bisa saja peran ayah dan ibu tidak optimal dalam memberikan pendidikan dan pembinaan anak-anaknya. Pernikahan tidak dipandang lagi sebagai sarana untuk menambah amal salih dan saling mengokohkan keimanan setiap anggota keluarga. 

Dalam level lembaga pendidikan yang diharapkan menjadi sarana yang terstruktur untuk membentuk generasi bangsa yang berkarakter kuat pun tidak sesuai harapan. Pemisahan antara agama dan kehidupan sangat kental terasa. Kurikulum yang disusun ditujukkan untuk kepentingan dunia kerja tidak lagi difokuskan kedalam pembentukan pola pikir dan pola sikap yang mulia. Akidah Islam tidak dijadikan landasan dalam pembuatan kurikulum bahkan sekarang isu radikalisme membuat Islam makin dijauhkan dari muatan syariah. Hasilnya, generasi bangsa bisa saja pandai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi buta dalam menyelesaikan masalah hidupnya sehari-hari. Padahal Islam telah memiliki mekanisme untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Islam digunakan untuk mempermudah dalam ketaatan pada Allah swt dan bermanfaat untuk masyarakat seoptimal mungkin. Ketika Islam dijauhkan, generasi muda akhirnya membebek pada gaya hidup barat, sehingga tidaklah mengherankan angka hamil diluar nikah selalu tinggi padahal dalam Islam itu adalah perbuatan yang sangat hina. 

Dalam level masyarakat, harusnya lingkungan menjadi sekolah besar bagai generasi bangsa dan makin mengokohkan karakter kuat yang lahir dari keimanan pada Allah swt. Hanya saja, saat ini ide kebebasan sangat berkembang pesat sehingga agama dianggap sebagai penghambat kemajuan. Akibatnya, halal haram tidak lagi dijadikan patokan dalam bertindak. Masyarakat pun bersifat acuh, individualis dan permisif. Sehingga jika ada remaja yang bukan lawan jenis bersama maka dianggap sebuah kewajaran karena diberbagai remaja saat ini ditumbuhkan oleh tayangan-tayangan yang mengumbar syahwat baik itu dalam bentuk film dan musik. Sementara itu, dakwah Islam yang hakikatnya menjaga keimanan masyarakat malah dipersekusi, dilabeli negatif sehingga masyarakat menjadi bingung dan takut akan ajaran Islam.

Dalam Islam, negara memiliki sistem pendidikan yang khas dan terkait dengan sistem-sistem yang lainnya. Negara hadir menjadi pelayan dan perisai masyarakat dari hal-hal yang bisa membawa keburukan. Negara memiliki sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pola pikir dan pola sikap yang mulia, handal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga setiap hal yang berkaitan dengannya dioptimalkan untuk pembangunan sumber daya manusia. Dalam Islam, sumber daya manusia menjadi fokus penting untuk dibangun kualitasnya. 

Oleh karena itu, kejadian siswa SMA yang hamil diluar nikah itu bisa dikatakan sebagai hasil dari kerusakan sistemik sehingga upaya perbaikannya pun sistemik pula. Tidak bisa juga diselesaikan dengan ala-ala sekulerisme karena justru itulah biang masalahnya. Maka, hendaklah setiap generasi muda mengingat nasihat berikut ini Dari Ibnu Abbās ra, bahwa Nabi saw. pernah memberi nasehat kepada seseorang untuk menggunakan secara maksimal lima hal sebelum datang yang lima pula; masa mudamu sebelum datang masa tua, masa sehatmu sebelum masa sakit, masa kayamu (ketika berkecukupan) sebelum masa fakir (membutuhkan, tidak punya apa-apa), waktu luang, kesempatanmu sebelum masa sibuk, dan masa hidupmu sebelum datang kematian.”

Wallahu’alam

Please follow and like us:

Tentang Penulis