Iffah Ainur Rochmah: “Selain Ngaji, Muslimah Harus Aktif Menyongsong Perubahan Menuju Islam”

PKAD– Iffah Ainur Rochmah selaku narasumber dalam [LIVE] Insight #113 Spesial Parade Refleksi Akhir Tahun 2021 Pusat Kajian dan Analisis Data mengungkapkan beberapa langkah praktis perempuan menghadapi kampanye kesetaraan gender. Salah satu tokoh muslimah nasional ini juga memperjelas peran muslimah secara praktis sebagai bagian dari umat yang mengharapkan perubahan lebih baik. (Senin, 13/12/21)

“Khususnya bulan Desember aktor-aktor yang mengkampanyekan kesetaraan gender sangat serius dalam proyeknya. Kemudian salah satu pintu masuknya adalah mengungkap data tentang kekerasan seksual terhadap perempuan, maka mereka kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya.

Beliau juga mengungkapkan alasan kenapa di bulan Desember pastinya berhadapan dengan ide-ide kesetaraan gender. “Bulan Desember pasti berhadapan dengan ide-ide kesetaraan gender karena disuasanakan di media, forum-forum, difasilitasi oleh sistem yang ada. Hal ini juga tampak dari pemerintah sendiri ‘meneken (menyetujui)’ ratifikasi program pengarus utamaan kesetaraan gender,” ungkap Iffah Ainur Rochmah.

Hal tersebut menurut Iffah, persetujuan penguasa seakan memalingkan dari mencari akar masalah persoalan perempuan. “Kalau kita ngomong dengan kasus perempuan tidak bermakna kita harus beri solusi berbasis sistemnya perempuan. Dalam Al qur’an kita diperintahkan mengikuti satu jalan saja yang benar, jangan jalan yang lain. Yang dimaksudkan sistem dari Allah Swt.,” tegas Iffah.

Karenanya untuk selesaikan sisi kesalahan arah dari kampanye kesetaraan gender masalah perempuan, Iffah Ainur Rochmah mengungkapkan beberapa langkah praktisnya. “Untuk selesaikan kesalahan arahnya kampanye kesetaraan gender masalah perempuan, kita sendiri harus:

1. Memiliki sikap kewaspadaan
2. Mempunyai tolak ukur benar dan salah. Bagi muslim, tolak ukurnya hukum syara’.
3. Menapaki jalan untuk mengganti atau berubah.
4. Berubah ke arah yang lebih baik sesuai tuntunan Islam secara kaffah.
5. Muslimah lebih mengenali ajaran agamanya khususnya aspek politik Islam.
6. Turut terlibat dalam ikhtiar untuk mengembalikan tegaknya sistem kehidupan Islam.”

Itulah langkah praktisnya sehingga ‘ngaji’ itu sudah menjadi satu jalan mengenal ajaran Islam dan turut terlibat dalam proyek tegaknya sistem kehidupan Islam,” urai Iffah Ainur Rochmah sebagai salah satu tokoh muslimah nasional.

Beliaupun menyampaikan harapan sebelum acara berakhir. “Kita memohon kepada Allah Swt. di akhir tahun ini Allah Swt. memberikan petunjuknya. Allah Swt. menguatkan komitmen kita untuk di jalan ketaatan sehingga tidak ragu mengambil sikap dalam proses menuju perubahan tegaknya sistem kehidupan Islam, ” pungkasnya.

Islam bukan hanya memberi harapan kosong. Namun Islam memberikan jaminan kemuliaan bagi perempuan utamanya di hadapan Allah Swt. serta berada di kehidupan yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.

Hanif Kristianto, Analisis Politik dan Media

[LM/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis