Pemilu Rampung, Saatnya Rebutan Kue Kekuasaan

 

Pemilu telah usai digelar, pemimpin baru telah terpilih. Meski dengan diliputi tragedi-tragedi yang dramatis saat pelaksanaannya. Lalu bagaimana jadinya ketika presiden dan jajarannya yang telah terpilih malah asyik berebut kursi kekuasaan? Bukankah seharusnya mereka mulai memperhatikan kehidupan rakyatnya, sebagai cara mengungkapkan rasa terima kasih kepada rakyat?

Sayangnya kekuasaan dijadikan ajang bancakan. Setiap kepala bertransaksi menjadikan kekuasaan bak barang dagangan yang siapa berani membayar dengan jumlah besar maka dialah pemenangnya.

Begitulah sifat sistem yang sedang dianut negeri ini. Pihak yang berkepentinganlah yang akan menjadi nomor wahid.

Mereka berlomba menciptakan hukum dan kebijakan sesuai selera mereka. Jika dirasa kebijakan mereka kurang menguntungkan bagi kelompok maupun partai mereka, maka dengan entengnya mereka merubahnya tanpa melihat dan memperhatikan rakyat. Para partai, sponsor dan golongan yang telah memilih merekalah yang nantinya akan menikmati keuntungan dari kebijakan yang mereka buat sendiri.

Ketika berbicara tentang keuntungan maka di situ juga akan ada pihak yang dirugikan. Dan di sinilah rakyat yang menjadi korbannya. Korban sistem demokrasi. Rakyat kian hari semakin tertindas, lemah dan terdzolimi oleh sistem pemerintahan yang telah dibuat sendiri. Umat membutuhkan sistem yang mempunyai hukum yang pasti. Hukum yang tidak berpihak pada para pemegang kekuasaan.

Umat butuh sistem Islam. Karena hanya sistem Islamlah yang menjadikan kekuasaan murni sebagai alat untuk mengurus urusan umat melalui penegakan syariat Islam kaffah. Hanya sistem Islamlah yang mempunyai hukum yang tetap karena berdasarkan Alquran dan as sunnah.

Semua masalah akan terselesaikan dengan Islam, karena Islam bukan hanya sebuah agama, melainkan sebuah mabda (ideologi) yang memancarkan aturan kehidupan yang akan mengurusi seluruh masalah umat dari hal yang terkecil sampai hal yang paling besar. Umat butuh tegaknya syariat Islam yang kaffah untuk menjamin kelangsungan hidup mereka.

 

Yayan Ummu Raya

 

[Fa]

Please follow and like us:

Tentang Penulis