LenSaMediaNews–Kisah bullying remaja yang dialami Audrey, patut menjadi renungan bagi orang tua maupun calon orang tua. Kisah ini tidak hanya terjadi sekali di negeri ini. Bahkan tindakan pemukulan terhadap guru banyak ditemukan. Degradasi akhlak tak dipungkiri dari degradasi pendidikan yang sejatinya hasil dari pendidikan keluarga, lingkungan, masyarakat, maupun negara.

Generasi milenial yang acap terkenal dengan generasi dunia IT, tidak kita pungkiri adalah generasi yang membentuk kepribadian mereka dari dunia global. Ketidaktakutan akan dosa yang akan diterima menjadi sesuatu yang memilukan. Dimana hal tersebut adalah hal yang fundamental selain nilai-nilai norma yang beredar di masyarakat.

Kehadiran sesosok orang tua yang utuh dalam pola pendidikan anak. Tidak hanya diserahkan ke ibu sebagai ibu rumah tangga atau sosok ayah saja sebagai pemimpin keluarga. Tanggung jawab orang tua adalah mendidik dan membentuk pola kepribadian anak.

Tidak bisa pula hanya diserahkan ke sekolah atau lingkungan untuk membentuk kepribadian anak tersebut. Sekolah mempunyai waktu singkat untuk mendidik anak didiknya, namun 7×24 jam anak sepenuhnya berada di bawah pengawasan orang tua mereka. Meskipun demikian, sekolah dan lingkungan memiliki andil membentuk anak.

Selanjutnya peran negara dalam memberikan regulasi utuh dalam perlindungan anak dan pendidikan anak, menyaring info hoaks, pornografi, pornoaksi, serta kekerasan mutlak harus dilakukan. Sekulerisme yang menjauhkan peran agama sebagai pondasi dasar harus dihindarkan. Sudah saatnya anak dididik dengan akidah yang kuat dan dilingkupi lingkungan yang memadai serta regulasi yang tegas. Sehingga ketika mereka dalam posisi harus memutuskan suatu keputusan, standar hukum syara tidak bisa terlepas dari kepribadian mereka.

Ririn Dyah Wijayanti
Bogor

(Aher/Fa)

Please follow and like us:

Tentang Penulis