Tak Sekadar Cinta tetapi Menanti, Menata dan Menaati

Oleh: Yuyun Suminah
(Komunitas Remaja Smart with Islam Karawang)

 

 

Lensamedianews.com– Kalau sudah ngomongan cinta ada yang lagi senyum-senyum sendiri, siapa? Aku dan kamu hehe, entah kenapa kalau sudah ngomongin cinta suka mendadak puitis, romantis dan jangan khwatir kehabisan stok kata-kata. Memang seperti itu fitrahnya yang sudah diberikan Allah SWT kepada manusia termasuk kepada remaja. Maka kalau ngomongin remaja sudah pasti ngomongin drama cintanya juga. Yakan?

Cuman sayang seribu sayang, banyak anak remaja yang belum faham cara menanti cinta yang tepat, menata yang sudah fitran tersebut dan terkadang bingung membawanya dalam menaati yang seperti apa kepada lawan jenisnya.

Karena mereka hanya tahu cinta dari segi fitrahnya saja tidak dibarengi dengan bagaimana Islam mengatur perkara cinta. Ko, urusan cinta saja diatur? Ya dong, disitulah kerennya Islam mengatur semua perkara kehidupan jangankan urusan cinta urusan negara saja Islam punya aturannya.

Tujuan aturan tersebut agar para remaja terhindar dari malpraktek cinta, yang malpraktek tidak hanya ada di dunia medis ya, di dunia remaja juga ada yaitu budaya pacaran. Budaya pacaran ini jangan salah banyak memakan korban jiwa. Ngeri.

Lihat saja fakta yang ada disekitar kita berapa banyak orang tega melukai pacarnya, orang yang termakan cinta buta, bahkan sampai tega membunuh pacarnya karena cemburu atau sakit hati.

Belum lama ini viral seorang pelajar SMK tega menghabisi satu keluarga yang berjumlah lima orang, salah satunya ada temen deketnya, motifnya karena asmara, karena sakit hati sama yang pernah jadi pacarnya tersebut alias dendam. Miris. (Republika. Com 08 Februari 2024)

Fakta di luaran sana lebih banyak lagi fakta drama cintanya para remaja yang berujung tradis dan sadis yang tidak terekpos media. Sebenarnya tidak salah merasakan cinta kepada lawan jenis? karena banyak yang bilang cinta itu suka datang tiba-tiba tanpa permisi, bahkan ada pepatah cinta itu dari mata turun ke hati. Makanya urusan pandangan mata saja kalau tidak ada aturannya bisa berabe urusan.

Tidak ada yang salah dengan cinta yang ada pada diri setiap manusia hanya saja kita perlu menanti cinta tersebut dengan cara yang sudah diatur oleh Allah SWT, bukan dengan jalan pacaran. Karena lahirnya budaya pacaran dari orang kafir yang bebas tanpa batas yang mendekati zina.

Allah SWT berfirman yang artinya “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah”. (QS. Al-Hasyr:7)

So, kita harus berlapang dada menerima kalau pacaran itu tidak ada dalam Islam. Sudah seharusnya para remaja muslim tidak latah dengan budaya kafir tersebut karena tidak ada dalam kamus remaja Islam.

Biarin saja orang mau bilang kita cupu, katro, wong ndeso, enggak gaul bahkan kita dijauhi sama teman lantaran tidak punya pacar. Slow saja tak usah bete, malu dan minder. Karena cinta yang kita rasakan pingin cinta yang terlebel halal. Yaitu dalam ikatan pernikahan bukan ikatan pacaran yang rasa sesaat tapi urusan jadi sesat sampai akhirat.

Karena aktivitasnya sudah mendekati zina padahal Allah dengan tegas sudah mengingatkan dengan tegas janganlah mendekati zina. Mulai dari sekarang kita menata hati agar rasa cinta ini disalurkan kepada orang yang tepat sebagai bukti kita menaaatiNya.

Terus dengan cara apa agar tak sekedar cinta tapi menanti sampai diwaktu yang tepat, menata hati dan menaati. Lakukan 3 langkah di bawah ini, yakin deh kita bisa merasakan cinta yang fitrah ini sesuai yang Allah mau. Yuk, lanjutkan bacanya. Cekidot!

1. Siapkan Ilmu

Dalam Islam semua perkara ada ilmunya, mau ke kamar mandi saja ada ilmunya termasuk juga urusan cinta. Karena cinta yang ingin kita rasakan cinta yang halal, menikah. Maka yang sudah siap nikah sampai waktu itu datang siapin dulu ilmunya dengan cara, bisa ikut kajian pranikah, membaca buku tentang pernikahan, kajian ini itu karena menyiapkan ilmu sama seperti menyispkan mental termasuk dananya.

Karena siap mental berarti siap menjadi isteri dan suami, punya anak dan siap mental menyatukan dua keluarga yang berbeda karakter dan lainnya. Ilmu tentang cara mengatur dana seperti mulai menabung tuk keperluan menikah agar bisa meringankan tanggungjawab orangtua kita.

2. Menjemput Jodoh

Dengan cara ikhtiar bisa dengan cara minta dicarikan oleh teman, guru, orangtua dan lainnya yang bisa membantu mewujudkannya bertemu jodoh. Tentu semuanya harus sesuai syariat.

3. Berdo’a

Berdoa itu senjata langitnya umat Islam dalam melakukan perbuatan apapun. Setelah melakukan senjata bumi yaitu ikhtiar yang bisa kita lakukan sesuai ranah kita sebagai manusia.

Maka menanti cinta, menata hati agar kita bisa menaatiNya tidak sulit, dengan persiapan ilmu, ikhtiar yang semaksimal yang bisa lakukan dan sertakan Allah dalam aktivitas kita. Semangat para singlelillah. Walahu’alam. [LM/UD]

Please follow and like us:

Tentang Penulis