Stunting , Tanggung Jawab Siapa?

Lensa Media News- Stunting merupakan ancaman terhadap generasi masa depan. Menko Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Effendi menyatakan bahwa Pemerintah Daerah perlu terus menggencarkan kampanye gemar makan ikan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi stunting ( tirto.id, 12/3/2023).

 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia ( SGI) prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 21,6%. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14% pada Tahun 2024. Apakah ide safari gemar makan ikan sudah cukup untuk menjadi solusi stunting?

 

Fakta menunjukkan bahwa Ikan mengandung protein tinggi dan bermanfaat bagi tubuh, terutama anak-anak dan lansia. Protein di masa anak-anak sangat diperlukan untuk perkembangan otaknya, terutama di 1000 hari pertama sebagai masa emas pertumbuhan anak. Selain itu protein dibutuhkan agar tumbuh kembangnya dapat berjalan secara optimal.

 

Safari Gemar Makan Ikan (Gemarikan) diharapkan dapat meningkatkan kegemaran anak-anak makan ikan. Pembagian Ikan secara gratis di beberapa daerah dinilai positif untuk mendapatkan kebutuhan protein.

 

Tidak bisa kita pungkiri, harga ikan masih mahal. Tidak semua masyarakat mampu untuk membelinya. Padahal negeri kita 96% laut dan kaya akan hasil perikanan. Tentu ketidakmampuan masyarakat untuk membeli Protein dengan harga murah membutuhkan solusi. Tidak cukup hanya dengan setiap keluarga diimbau untuk memenuhi kebutuhan Protein kepada anak-anak.

 

Kapitalisme telah menjadikan distribusi kekayaan tersebar tidak merata. Pemerintah hanya berperan sebagai regulator, bukan pengatur urusan rakyat. Sangat berbeda dengan Penerapan Islam.

 

Pemerintah berperan penuh untuk menyediakan kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Jaminan kebutuhan diberikan dengan memastikan setiap Kepala Keluarga mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga Kepala Keluarga bisa memberikan asupan gizi yang cukup untuk keluarganya. Kebersihan lingkungan juga diwujudkan oleh negara. Negara memahami peran dan tanggung jawabnya. Semata-mata karena Allah telah membebankan tugas tersebut kepada negara. Sekaligus karena khawatir terhadap penghisaban di Hari Akhir kelak. Putri Ira. [LM/IF/ry]

Please follow and like us:

Tentang Penulis