Lensa Media News, Surat Pembaca-Keadilan yang ditampakkan negeri demokrasi sungguh lemah. Saat punggawa negeri tersangkut masalah hukum, justru keadilan tumpul tak bernyali. Namun, berbeda ketika yang tersandung masalah hukum adalah rakyat jelata. Justru hukum seolah buas dalam menegakkan keadilannya. Tumpul ke atas namun tajam ke bawah.

Kisah para ibu yang berbeda nasib, yang satu memiliki jabatan dan kekuasaan yang mumpuni, sedangkan yang lain tak ada kuasa apalagi jabatan. Seperti yang dialami ibu di Makassar dan Aceh. Para ibu ini tetap dijebloskan ke penjara bersama anak bayi mereka yang masih harus menyusui. Miris.

Namun sayangnya, demokrasi mengatasnamakan kemanusiaan, menumpulkan hukum yang berlaku. Dan hal ini hanya berlaku bagi kalangan para pejabat berpengaruh.

Jelas, pemetaan semacam ini adalah keliru. Standar yang dibuat sistem ini semakin bias dan ngawur. Nilai inilah yang melukai hukum dan keadilan yang sebenarnya.

Inilah yang hadir di hadapan mata. Keadilan menjadi lemah saat berhadapan dengan kaum elite. Sistem demokrasi kapitalistik benar-benar tak layak dijadikan sandaran hukum.
Wallahu a’lam bisshowwab.

Yuke Octavianty,
Forum Literasi Muslimah Bogor
[LM, Hw]

Please follow and like us:

Tentang Penulis