BBM Bersubsidi Langka, Siap-Siap Naik Harga!

Lensa Media News– Indonesia sebagai salah satu negara pengimpor bahan bakar minyak, namun mengalami kelangkaan di negerinya sendiri. Padahal minyak dan gas merupakan kebutuhan pokok rakyat. Mengapa bisa terjadi begini?

 

Antrean kendaraan roda dua terjadi cukup panjang di SPBU Kebonsari Surabaya, tepatnya di stasiun yang melayani penjualan Pertalite. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra menyatakan, kelangkaan Pertalite terjadi, sehingga perlu diatur penyalurannya (Republika, 12 Agustus 2022).

 

Kuota BBM subsidi diprediksi akan habis sebelum akhir tahun ini. Pengamat Energi Watch, Mamit Setiawan memperkirakan stok Pertalite akan habis di bulan Oktober 2022 apabila tidak ada penambahan kuota (Kumparan Bisnis, 14 Agustus 2022).

 

Kuota BBM bersubsidi selalu menjadi alasan penyebab kelangkaan. Apakah kuota yang disediakan memang tidak memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang disubsidi? Mengapa tidak ditambah kuotanya? Atau ini sengaja dibiarkan sebagai pra kondisi menaikkan harga BBM?

 

Perjanjian-perjanjian yang dikendarai oleh para kapitalis yang berperan sebagai lintah darat membuat peran negara sebagai pelaksana menjadi mandul. Sehingga negara hanya menjadi regulator semata.

 

Bandingkan dengan cara Islam menyediakan kebutuhan energi bagi masyarakat. Islam tidak akan membiarkan rakyatnya kekurangan. Negara menjamin kebutuhan sandang, pangan, kesehatan, keamanan dan pendidikan. Seorang penguasa akan memprioritaskan kesejahteraan rakyatnya dan menjalankan tugasnya sesuai aturan Allah dan Rasul-Nya.

 

Rasulullah saw. bersabda:

Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaanya (rakyat).” (HR. Bukhari)

 

Sudah teruji selama 13 abad lamanya, Islam membuktikan seorang pemimpin (khalifah) akan mengeluarkan kebijakan dengan adil. Semua itu dilakukan semata-mata karena akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinannya di akhirat kelak.

Wallahu A’lam bishowab. 

 

Ummu Khielba (Forum Literasi Muslimah), Bogor

 

[LM, Hw]

 

Please follow and like us:

Tentang Penulis