Kemerdekaan Hakiki

Lensa Medianews- Agustus ini marak perayaan hari kemerdekaan. Berbagai lomba diadakan selain upacara bendera. Agar perayaan kemerdekaan tidak sekadar seremonial, perlu evaluasi dan refleksi kemerdekaan yang berfokus pada makna hakiki kemerdekaan.

 

Kemerdekaan meliputi merdeka individu, masyarakat dan negara.
Individu yang merdeka adalah individu yang berperilaku benar. Keyakinannya (Islam) dan mandiri, bukan karena tekanan atau sekadar mengikuti orang lain.

 

Masyarakat yang merdeka adalah masyarakat yang berpola pikir dan gaya hidup lepas dari kungkungan budaya lain, selain Islam. Bebas beribadah dan menjalankan syariat-Nya, tanpa intimidasi dari pihak lain.

 

Negara yang merdeka adalah negara yang terbebas dari penjajahan baik secara fisik, politik, ekonomi juga budaya. Negara yang bebas menerapkan aturannya dalam melindungi rakyatnya. Tidak lagi ada tekanan dari negara yang pernah menjajahnya atau lainnya.

 

Bagi umat Islam tentu saja negara tersebut haruslah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah saw., yaitu sebuah negara yang menerapkan aturan Allah dalam berbagai kebijakannya.

 

Semoga masyarakat di negeri ini, khususnya kaum muslimin dapat memahami makna kemerdekaan yang hakiki.

Ummu shofiyyah,

Ciomas

[LM, Hw]

 

Please follow and like us: