Hati-Hati dengan Busuk Hati

Lensa Media News– Sobat, menurutmu takaran bahagia itu seperti apa? Bisa traveling-kah? Atau jadi crazy rich-kah? Atau jadi influencer-kah?

Apa pun itu yang pasti adalah :
Tidak ada kebahagiaan dalam kebusukan hati.” (Aa Gym)

 

Busuk hati itu apa sih? Busuk hati ialah hati yang terjangkit penyakit seperti iri, dengki, khianat, dan jahat. Mereka tidak suka melihat orang lain mempunyai kehidupan yang terlihat lebih bahagia dibandingkan diri mereka. Mereka tidak tenang hidupnya karena sibuk mencari celah buruk orang lain agar jatuh dan dia naik derajat. Ngeri nggak?

 

Sobat, hati bisa diibaratkan sama dengan perut yang meminta hajatnya untuk dipenuhi. Jika salah pemenuhan, maka akan terjadi ketidakseimbangan dan berefek buruk ke depannya.

 

Contohnya, perut meminta untuk diisi makanan dan minuman yang sehat lagi bergizi. Namun, tersebab akal yang pendek dan kurangnya ilmu pengetahuan, lebih memilih memakan apa saja yang enak di lidah. Lalu sakit perut, atau jangka panjangnya terjadi komplikasi organ dalam, bahkan menyebabkan kematian.

Sungguh rugi jika ketika akal dikendalikan oleh hawa nafsu, bukan sebaliknya.

 

Begitu pun dengan hati, yang membuat hati membusuk ialah berbagai informasi yang diterima begitu saja tanpa filter. Terlebih dewasa ini, tidak sedikit cuitan nyinyir yang menjatuhkan bertebaran di dunia nyata maupun jagat maya. Mulai dari nyinyir tentang penghasilan dan keberhasilan, semuanya dibandingkan. Jika panca indera tak mem-filter informasi tersebut, maka matilah hati.

 

Lalu, dengan apa filter-nya? Tentu pakai filter dari rujukan yang pas. Sobat, sebagai umat Islam maka rujukannya adalah Hukum Syarak. Maka dari itu, penting sekali membekali diri dengan ilmu agama. Kenapa harus ilmu agama? Sebab hidup tidak sekadar kumpul-kumpul tak bermakna, melainkan untuk ibadah juga meraih rida-Nya, dan ilmu agama adalah jalan “ninjanya“.

 

Sebagaimana yang membuat kapal tenggelam bukanlah seberapa banyak air di sekitarnya, tetapi seberapa banyak air yg masuk ke dalamnya. Agar airnya tidak masuk, manusia perlu meningkatkan kualitas design dan bahan kapalnya.

 

Lalu bagaimana merawat hati agar tidak membusuk? Dengan cara senantiasa berbaik sangka terhadap ketentuan Allah, dan membasahi bibir dengan dzikrullah. Selain itu juga belajar membuat boundaries. So, yuk belajar Islam secara kaffah, sebab di dalamnya telah lengkap cara memelihara dan membangun boundaries yang sesuai fitrahnya manusia.

Jessy Tiara Putri

[LM, Hw]

Please follow and like us: