Antara Ukraina, Palestina dan Diskriminasi Dunia

Antara Ukraina, Palestina dan Diskriminasi Dunia

Antara Ukraina, Palestina dan Diskriminasi Dunia

Antara Ukraina, Palestina dan Diskriminasi Dunia
Antara Ukraina, Palestina dan Diskriminasi Dunia

Oleh : Watini

(Pemerhati Masalah Umat)

 

LenSa Media News – Di bulan yang mulia ini sudah semestinya setiap muslim berlomba meningkatkan amalannya. Terutama dalam aspek ibadah sebagai regulasi taqwa. Namun siapa sangka, jika kaum muslim di belahan bumi lainnya tengah berjuang bukan sekedar menahan lapar dan dahaga. Berjuang pula melindungi masjid Al-Aqsa dan bertaruh nyawa. Sebut saja, Palestina.

 

Negeri yang terkenal sebagai bumi para nabi itu tak lagi terlindungi. Palestina tak lagi merasakan kedamaian hingga hari ini. Mereka harus berhati-hati dari serangan tentara Israel yang kapan saja menghampiri. Seperti yang terjadi belum lama ini. Saat dunia tengah terfokus dengan serangan yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina secara bertubi-tubi, Palestina juga mati-matian berusaha mengatasi serangan agresi. Eskalasi Israel terhadap warga Palestina, yang meliputi pembunuhan, penyiksaan, penangkapan serta membolehkan pemukim melakukan kejahatan, menibulkan ancaman yang luar biasa terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan (Warta Ekonomi.co.id, 07/04/2022).

 

Serangan ini dari hari ke hari semakin menjadi-jadi. Bahkan mereka membunuh wanita tanpa belas kasih. Seperti yang diketahui, tentara Israel menembak seorang perempuan Palestina di dekat Betlehem, Tepi Barat, hingga akhirnya tewas. Menurut Kemenkes Palestina, perempuan itu tewas karena kehilangan banyak darah akibat arteri yang robek terkena timah panas tentara Israel (CNN Indonesia, 11/04/2022).

 

Resolusi dengan ajakan kembali pada meja perundingan sepertinya akan sia-sia saja. Sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya, ratusan kali kesepakatan dilakukan, tak satupun diindahkan. Sepertinya mereka memang tak mengenal bahasa perdamaian. Mereka telah dibutakan oleh ambisi menguasai tanah yang dijanjikan. Takkan lekang hingga wilayah Palestina benar-benar ada dalam genggaman.

 

Tak ada langkah yang tepat selain jihad jika ingin menjadi penyelamat. Apalagi kita sebagai seorang muslim yang melihat kekacauan di negeri saudara seiman, tak mungkin hanya berpangku tangan. Meski seringkali bantuan demi bantuan kita salurkan, tapi tak mampu menuntaskan akar permasalahan. Sebab bukan hanya bantuan makanan yang mereka butuhkan, tapi juga perlindungan. Sementara negara adidaya tak berpihak pada kita. Bahkan berkat konsep nasionalisme yang digaungkan oleh negara adidaya (barat) telah berhasil meluluh-lantakkan persatuan.

 

Jelas sudah, ketegangan yang terjadi takkan pernah menemukan titik penyelesaian selain dengan perlawanan. Lebih parahnya lagi, rangkaian peristiwa tersebut tidak membuat dunia mengalihkan perhatian terhadap Palestina. Ini sangat berbeda dengan kepedulian dunia terhadap Ukraina. Padahal sejatinya, Israel-lah yang telah merampas wilayah hingga membunuh warga muslim Palestina. Namun tak pernah ada secuil pun ungkapan protes dunia yang tersiar. Alih-alih mengirimkan pasukan militernya untuk membantu warga Palestina.

 

Jika kita bandingkan dengan perhatian dunia terhadap Ukraina yang diserang Rusia. Dunia seakan tak mampu membendung air mata. Segera berlomba melakukan penggalangan dana dari berbagai pihak, temasuk dari tokoh besar dunia. Sungguh sangat jauh berbeda dan menjadi bukti adanya diskriminasi terhadap Palestina. Meski tidak bermaksud mengabaikan korban krisis Ukraina, tetapi di sini semestinya dunia bersikap adil, karena kedua krisis negara tersebut sama-sama menimbulkan korban dan membutuhkan perlindungan jiwa.

 

Untuk itu, langkah awal yang perlu dibangun saat ini ialah kesadaran negeri muslim untuk bersatu. Menyatukan dalam barisan perjuangan membebaskan Palestina agar perdamaian tak lagi menjadi angan semu. Sebab Israel bukanlah bangsa yang paham retorika, mereka hanya mengerti bahasa senjata. Jika negeri muslim tetap saja bersikap apatis, entah siapa lagi yang akan menjadi perisai Palestina. Apalagi dalam Islam, nyawa seorang muslim itu sangat berharga.

 

Rasulullah saw., bersabda, ”Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa haq,” (HR. Nasai 3987, Tirmidzi 1455).

 

Allah Ta’ala juga berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 93, “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutukinya serta menyediakan azab besar baginnya.”

 

Islam memiliki sanksi yang tegas dalam menindak kriminalitas pembunuhan. Islam juga memiliki sistem pemerintahan yang mampu menjadi perisai dalam rangka perlindungan jiwa kaum muslim selaku warga negaranya.

Rasulullah saw., bersabda, “sesungguhnya seorang imam (kepala negara) laksana perisai, rakyat di belakangnya dan ia menjadi pelindung bagi rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah saw., juga menetapkan bahwa tugas seorang imam/kepala negara secara umum adalah memelihara seluruh kemaslahatan rakyat dengan petunjuk Allah Ta’ala beserta suri teladan dari beliau semasa menjadi kepala negara di Madinah. Wallahua’lam bish-showwab. (RA)

Please follow and like us: